<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>bee punya cerita</title>
	<atom:link href="http://ceritabee.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritabee.wordpress.com</link>
	<description>ketika bee bercerita dan menuliskannya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 04:05:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ceritabee.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>bee punya cerita</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ceritabee.wordpress.com/osd.xml" title="bee punya cerita" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ceritabee.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fun Trekking Punclut: Spontan saja!</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/12/25/fun-tracking-punclut-spontan-saja/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/12/25/fun-tracking-punclut-spontan-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 08:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[hobby bee]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[urang Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Menwa Yon I]]></category>
		<category><![CDATA[Punclut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Tidak menyia-nyiakan kesempatan! Sepertinya konsep ini yang berlaku bagi sekelompok anak muda seperti saya dan teman-teman, alumni resimen mahasiswa Batalyon I/ITB. Jika saja ada 5 orang atau lebih berkumpul di Bandung, maka langsung saja terbetik ide untuk berkegiatan bersama. Mulai dari yang sederhana, seperti makan bersama, diskusi, silaturahim ke alumni senior hingga kegiatan yang hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=590&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak menyia-nyiakan kesempatan! Sepertinya konsep ini yang berlaku bagi sekelompok anak muda seperti saya dan teman-teman, alumni resimen mahasiswa Batalyon I/ITB. Jika saja ada 5 orang atau lebih berkumpul di Bandung, maka langsung saja terbetik ide untuk berkegiatan bersama. Mulai dari yang sederhana, seperti makan bersama, diskusi, silaturahim ke alumni senior hingga kegiatan yang hari ini saya lakukan. Yup, tracking!</p>
<p>Sudah lama hasrat berpetualang memanggil-manggil. Jadi rasanya saya sudah lama tidak berjalan kaki sejauh masa-masa latrak Diksar menwa. Sebulan yang lalu saya kembali absen ke Rinjani, sedangkan misi tsb dilaksanakan oleh Reni, Galuh dan Surya.  Dan hari ini saya beserta 6 orang teman lainnya memutuskan untuk jalan ke Punclut, Bandung Utara. Mereka adalah Febi, Anggun, Enrico (ekek 39), Reni, Surya, Galuh (ekek 41) dan pak Nomo (senior). Lokasi yang tak jauh dari kampus ITB. Ide tercetus kemarin malam, sedikit koordinasi, laksanakan!</p>
<p>Rute dari ITB ke terminal Dago awalnya mau naik angkot. Tapi kami merasa lebih seru jika jalan kaki saja. Alhasil 30 menit kami sudah tiba di terminal Dago dan siap memulai perjalanan.</p>
<p>Pertama-tama&#8230;turunan tajam. Enak dong!</p>
<p>Lalu tanjakan melingkar..napas mulai pendek..huf..huf..Kabut yang menyelimuti mulai samar berganti siraman matahari pagi yang hangat. Tak hanya kami saja yang tracking, namun banyak pula orang-orang lain. Terutama para biker (sepeda) yang melintas bergerombolan.</p>
<p>Supaya tetap semangat, foto-foto dulu kakak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_02031.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-593" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_02031.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<div id="attachment_594" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0216.jpg"><img class="size-medium wp-image-594" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0216.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pose 7</p></div>
<p>Pemandangan di sekitar cukup asri walau sudah ada pembangunan di sana-sini. Jalanan terus menanjak. Kami mulai berpencar. Pak Nomo, Surya dan Galuh memimpin di jalur depan. Saya di tengah. Sedangkan Rico dan Reni mulai kepayahan. Maklum reni baru saja pulih dari typhus, namun bela-belain tetap ikut. Sampai-sampai (ex) Komandan Anggun turun tangan untuk menyemangati anggota. Ayoooo..maju terus!</p>
<div id="attachment_595" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0217.jpg"><img class="size-medium wp-image-595" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0217.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ayo..maju terus!</p></div>
<p>Jalan datar jadi pit stop untuk mengatur napas dan menetralisir detak jantung. Namun itu tak lama kawan karena tanjakan selanjutnya menanti. Rasa pegal menjalar di kaki. Tapi tak ada istilah berhenti&#8230;lanjut!</p>
<p>Saya menatap ke belakang. Dua rekan saya, Reni dan Rico akhirnya memutuskan nyambung pakai angkot hingga ke atas. Tak apalah, jangan memaksakan kondisi. Sayangnya saya luput menjepret mereka yang melaju dengan angkot dago <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di sisa-sisa tanjakan, saya mulai kepayahan juga. saya memilih untuk jalan pelan, berhenti 5 detik, ambil napas dan melangkah lagi. Hehe..payah ya? Maklum sudah lama tidak latihan fisik secara rutin. dan tralaaaaa&#8230; 10 langkah akhirnya sampai juga di jalanan datar.</p>
<p>Phiuuufff&#8230;rehat dulu. Pasukan bertujuh sudah komplet. Baru setelah itu kami mencari saung untuk makan pagi. Ternyata, kami butuh 2 jam untuk tiba di Punclut.</p>
<p>Kalau bicara soal kuliner, deretan saung sudah menanti. Makanan khas sunda dan surabi. Menu-menu yang ditawarkan mulai dari ayam, ikan, pepes, tahu, tempe, tutug (keong), oncom dan banyak lagi. Akhirnya kami merapat ke sebuah saung. Suasananya ramai..berarti makanan dan servisnya enak.</p>
<div id="attachment_596" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0241.jpg"><img class="size-medium wp-image-596" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0241.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Semerbak baunya</p></div>
<p>Walaupun tidak dapat tempat yang pojok, tak mengurangi kenikmatan sarapan. Apalagi untuk Reni yang langsung ditawari mencoba tutug. Disajikan dalam kuah rebus dan bumbu-bumbu, cara makan keong ini bisa menggunakan tusuk gigi untuk mencapai dagingnya. Atau bisa juga dihirup. Sruluuup&#8230;</p>
<p>Menu beras merah dan lauk pauk tersaji. Lalapan dan sambel pun tak ketinggalan. Pasukan 7 ini pun makan dengan lahapnya. Kesegaran kelapa muda membuat segalanya menjadi komplet. Biar seru, saya kembali jepret-jepret lagi dan meminta teman untuk update status. Hehe&#8230;penting kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_597" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0222.jpg"><img class="size-medium wp-image-597" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0222.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Rico beraksi!</p></div>
<p>Lepas santap dan berbincang-bincang, saatnya melanjutkan kembali perjalanan. Kali ini kembali jalan kaki. tenang saja, jalur pulang adalah menurun melewati pasar kaget Punclut-Ciumbeuluit. Dan persis! Hari Minggu pedagang, pembeli, orang yang lalu lalang sangat banyak. Jalanan yang 2 arah terkadang membuat para pengendara kendaraan harus mengantri sangking ramainya orang.</p>
<div id="attachment_598" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0243.jpg"><img class="size-medium wp-image-598" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0243.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ramainya orang-orang</p></div>
<p>Saya cuma cuci mata saja. barang-barang yang didagangkan adalah sayur, buah, jajanan pasar, aksesoris, barang pecah belah, dll. Seperti Gasibu mini saja. Uniknya per 10 meter ada band lokal yang sedang tampil. Mereka terus bernyanyi dengan sound system seadanya, statis di tempat dan di depan mereka terdapat kotak saweran. Mengharap rupiah orang-orang mampir di kotak tersebut.</p>
<div id="attachment_599" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0245.jpg"><img class="size-medium wp-image-599" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0245.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Dagang sayur</p></div>
<p>Wah, sangking kecilnya jalan, sudah dipenuhi penjual plus orang yang lalu lalang. Praktis kecepatan jalanpun menyesuaikan. Akhirnya pukul 11 kami mencapai jalan utama Ciumbeluit.</p>
<p>Perjalanan masih diteruskan dengan jalan kaki. Lagi-lagi karena jalanannya menurun. Cuaca pun mendukung. Hangat, tidak panas. Tanpa terasa sudah memasuki simpang Gandok dan mural Siliwangi. Lihatlah..masih segar bugar semua kan?</p>
<div id="attachment_600" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0248.jpg"><img class="size-medium wp-image-600" title="BenQ Corporation" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0248.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tetap seger, semangat!</p></div>
<p>Alhasil, hari ini 4 jam untuk jalan kaki dengan sedikit istirahat. Luar biasa deh! Spontan dan menyenangkan! Bravo untuk Yon I/ITB! Semoga tetap sehat dan kompak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/590/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=590&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/12/25/fun-tracking-punclut-spontan-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_02031.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0216.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0217.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0241.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0222.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0243.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0245.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/12/img_0248.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BenQ Corporation</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan Aku Cemburu!</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/11/08/dan-aku-cemburu/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/11/08/dan-aku-cemburu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 16:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[hobby bee]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Sabil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hati saya tergerak untuk menulis. Tepatnya mengisi kembali blog saya yang sudah sebulan kosong tanpa postingan baru. Tenang saja saudara-saudara, walaupun sudah jarang menulis kegiatan membaca dan diskusi tetap jalan  :-) Salah satu bacaan yang sedang saya nikmati adalah novel genre sejarah dengan seting Aceh masa kolonialisme. Judulnya Sabil. Saya sudah lama 2 bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=572&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini hati saya tergerak untuk menulis. Tepatnya mengisi kembali blog saya yang sudah sebulan kosong tanpa postingan baru. Tenang saja saudara-saudara, walaupun sudah jarang menulis kegiatan membaca dan diskusi tetap jalan  :-)</p>
<p>Salah satu bacaan yang sedang saya nikmati adalah novel genre sejarah dengan seting Aceh masa kolonialisme. Judulnya Sabil. Saya sudah lama 2 bulan naksir ingin membeli/membacanya namun baru tercapai seminggu yang lalu ketika saya berkunjung ke Bandung.</p>
<div id="attachment_573" class="wp-caption aligncenter" style="width: 200px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/11/cover-sabil-mizan1.jpg"><img class="size-medium wp-image-573" title="cover-sabil-mizan1" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/11/cover-sabil-mizan1.jpg?w=190&#038;h=300" alt="" width="190" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Novel Sabil</p></div>
<p>Pertimbangan untuk membeli novel ini:</p>
<p>1. Novel ini memberi kesan pertama yang bagus untuk saya. Tema yang menarik, cover bagus dan tebal (700an halaman lho). Yup, <em>that&#8217;s right! </em>rasanya puas kalau menaklukkan novel bermutu dan tebal. Uangnya berasa <em>worthed </em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2. Setingnya di Aceh dan terinspirasi dari <em>Hikayat Prang Sabil. </em>Wow, kalau saja teman-teman pernah membaca dan paham artinya, bakal merasa merinding gimana gitu. Pesan heroiknya sangat kentara. Hikayat yang ditulis pada abad ke-17 Masehi lahir untuk menguatkan semangat juang para rakyat Aceh dalam berperang. Jujur, saya belum pernah baca teks <em>Hikayat Prang Sabil </em>dengan utuh.</p>
<p>3. Budget masih mencukupi, soalnya ada diskon 30% #mata-ga-nahan-lihat-diskon</p>
<p>Nah, apa yang membuat saya kagum, <em>amazed</em>, salut dan cem.bu.ru adalah sang penulisnya masih berusia 25 tahun. 11-12 dengan saya. <em>He is still very young! </em>Sekalipun saya baru baca sampai halaman 200, novel ini mampu memukau saya. Diksi, konflik, struktur dan tokoh-tokohnya memang nama-nama pejuang di Aceh. Berasa belajar sejarah, <em>euy</em>!</p>
<p>Menyadari usia saya hanya berselisih 6 bulan lebih muda, saya tambah salut. Apalagi Sabil ini adalah novel dwilogi. Wow, kebayangkan ntar novel ke-2 setebal apa? dan ternyata pengarangnya Syaf Muhammad Isa adalah orang Sukabumi. Ckckck&#8230;tapi gaya bahasa <em>meu-Aceh that. </em>Pastinya ia melakukan riset yang dalam ya? Kejutan selanjutnya, ia sebelum ini juga sudah menerbitkan novel dengan tema sejarah pula. Oww&#8230;<a href="http://djenderal4arwah.wordpress.com/">ini dia orangnya</a>.</p>
<p>Nah, saya yang masih terkagum-kagum akhirnya memutuskan chat dan berbagi perasaan ini kepada seorang teman. Ia penulis juga, tepatnya penggiat <em>citizen journalism.</em></p>
<p>Intinya saya cerita kekaguman saya pada karya novel tsb sekaligus kepada pengarangnya. Dan tahu apa yang teman saya katakan?</p>
<div id="attachment_575" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/11/chat3.jpg"><img class="size-full wp-image-575" title="chat3" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/11/chat3.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">chat</p></div>
<p>Mari saya pertegas kata-kata teman saya ini:</p>
<blockquote><p><strong>Jangan iri apa yg orang lakukan dgn mnginginkan melakukan hal yang sama</strong></p>
<p><strong>Apa yg mreka perbuat,adalah konsistensi dr hasil beberapa taun</strong></p>
<p><strong>Jadi, mulailah konsisten dgn passion kita, dan kita bisa membuat mahakarya untuk umat manusia kelak </strong></p></blockquote>
<p>Begitulah wejengannya malam ini. Huff&#8230;ternyata lagi-lagi saya tersadar, tidak boleh hidup dalam standar orang lain. Artinya masing-masing orang pasti akan mencapai suatu kualitas hidup tertentu dari sebuah proses kontinu, mendalam dan pasti. Bukan <em>ujug-ujug jembret</em>, sim salabim&#8230;jadi karya yang instan. Bisa saja itu terjadi, tapi biasanya akan cepat pula karya itu hilang tak berbekas.</p>
<p>Oleh karena itu, tetaplah fokus dengan <em>passion</em>mu! Waktu adalah variabel yang akan memantaskan diri ini untuk bertemu dengan sebuah momentum tepat bernama sukses.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=572&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/11/08/dan-aku-cemburu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/11/cover-sabil-mizan1.jpg?w=190" medium="image">
			<media:title type="html">cover-sabil-mizan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/11/chat3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chat3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seuntai Hikmah Pohon Pocong</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/10/16/seuntai-hikmah-pohon-pocong/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/10/16/seuntai-hikmah-pohon-pocong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 12:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Di belakang rumah saya sengaja ditanami 6 pohon. Saya menyebutnya pohon pocong Hehe&#8230;soalnya bentuknya panjang menyerupai pocong. Pohon-pohon itu ditanam oleh bapak saya sejak 3 tahun yang lalu. Alasannya sederhana, untuk penghijauan namun tidak merusak bangunan rumah. Ada yang bisa memberitahukan apa nama pohon ini? Jika teman-teman jeli, terlihat sesuatu yang signifikan dari ke-6 pohon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=556&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di belakang rumah saya sengaja ditanami 6 pohon. Saya menyebutnya pohon pocong <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Hehe&#8230;soalnya bentuknya panjang menyerupai pocong. Pohon-pohon itu ditanam oleh bapak saya sejak 3 tahun yang lalu. Alasannya sederhana, untuk penghijauan namun tidak merusak bangunan rumah. Ada yang bisa memberitahukan apa nama pohon ini?</p>
<div id="attachment_557" class="wp-caption aligncenter" style="width: 177px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03154.jpg"><img class="size-medium wp-image-557" title="SONY DSC" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03154.jpg?w=167&#038;h=300" alt="" width="167" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pohon Pocong</p></div>
<p>Jika teman-teman jeli, terlihat sesuatu yang signifikan dari ke-6 pohon itu. Ya, tinggi pohon yang paling kanan melampaui saudara-saudaranya. Pocong paling imut saja 1,5 kali dari tinggi badan saya (165 cm). Apalagi pocong yang bongsor itu. Padahal mereka ditaman bersamaan lho&#8230;</p>
<p>Saya pun tertarik melakukan pengamatan lebih lanjut. Kali ini terhadap diameter pohon. Sampel pohon adalah si bongsor 1 (paling kanan) dan si bongsor 2 (kedua dari kanan). Saya menggunakan ranting pohon sebagai pengganti penggaris. Dan hasilnya&#8230;</p>
<div id="attachment_558" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03155.jpg"><img class="size-medium wp-image-558" title="SONY DSC" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03155.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a><p class="wp-caption-text">diameter bongsor-1</p></div>
<p>bandingkan..</p>
<div id="attachment_559" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03156.jpg"><img class="size-medium wp-image-559" title="SONY DSC" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03156.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a><p class="wp-caption-text">diameter bongsor-2</p></div>
<p>Sedikit mengingat pelajaran biologi, tumbuhan adalah makhluk hidup yang geraknya terbatas. Kelangsungan hidupnya sangat bergantung dari ada tidaknya suplai makanan, hara di sekelilingnya. Apalagi pohon pocong ini berciri-ciri monokotil.</p>
<p>Selama ini pohon pocong itu tersirami alami dari air hujan atau sesekali saya menyiraminya dengan air yang ada di selokan. Observasi di lapangan menguatkan hipotesis saya bahwa pohon pocong itu tumbuh  paling jangkung karena lokasinya yang strategis. Dekat dengan selokan air kotor rumah! Ya wajar saja, mungkin jangkauan akarnya lebih dekat mencapai air dibandingkan saudara-saudaranya. Jadilah pertumbuhannya paling mencolok dibandingkan yang lain.</p>
<blockquote><p>Tak lama kemudian, saya berpikir. Alangkah kasihannya pohon pocong lainnya. Mereka pasrah berpostur pendek, kurang disiram. Namun yang namanya makhluk Allah yang satu ini, tidak bisa demo kepada pemiliknya, apalagi mengajukan &#8220;putus hubungan&#8221; jadi pohon, kecuali sampai ajalnya tiba dari Yang Maha Kuasa.</p></blockquote>
<p>Lain halnya dengan manusia. Manusia diilhami dengan akal pikiran, kemampuan untuk memilih alat indera dan akal (Surat 16:78;  surat 30:8). Karena diberi akal itulah maka manusia harus mempertanggungjawabkan segala keputusannya</p>
<p>Selain itu manusia diciptakan dalam sebaik-baiknya bentuk (At-tin:4). Tapi begitu dihadapkan pada kondisi hidup yang tidak ideal, mereka mengeluh seolah-olah insan termalang di dunia. Padahal peluang untuk hijrah dan berubah itu selalu ada kan? Asal masih ada nyawa di badan dan fungsi otak masih bekerja..semuanya bisa dilakukan. Anehnya, semua hal dikeluhkan. Cuaca panaslah, lagi bokeklah, galau, bete, kondisi orang lain dan emosi-emosi negatif lainnya. Kurang bersabar dan syukur kali ya?</p>
<p>Maka tak salah apa yang tertera dalam Al-Quran bahwa manusia sudah bawaan badannya suka mengeluh (Surat 70:20). Upss&#8230;<em>Am I one of that person?</em></p>
<p>Hari ini saya tafakur alam dari pohon pocong. Tentang bersyukur dan bersabar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=556&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/10/16/seuntai-hikmah-pohon-pocong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03154.jpg?w=167" medium="image">
			<media:title type="html">SONY DSC</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03155.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SONY DSC</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/10/dsc03156.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SONY DSC</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berburu Artis #CeritaPertama</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/08/02/berburu-artis-ceritapertama/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/08/02/berburu-artis-ceritapertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 16:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[#CeritaPertama]]></category>
		<category><![CDATA[Helvy Tiana Rosa]]></category>
		<category><![CDATA[MTsN Banda Aceh I]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Apa definisi artis bagi seorang pelajar MTsN (setingkat SMP) kelas 3? Mungkin sosok yang sering tampil di TV atau media massa lainnya. Namun buat saya, ngefans artis terparah cukuplah hanya kepada boyband asal Irlandia, Westlife. Setelah itu, semuanya berasa biasa saja. Tahun 2000, segala sesuatu yang namanya keramaian, acara akbar selalu mendatangkan antusiasme. Walaupun acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=524&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa definisi artis bagi seorang pelajar MTsN (setingkat SMP) kelas 3? Mungkin sosok yang sering tampil di TV atau media massa lainnya. Namun buat saya, ngefans artis terparah cukuplah hanya kepada <em>boyband</em> asal Irlandia, Westlife. Setelah itu, semuanya berasa biasa saja.</p>
<p>Tahun 2000, segala sesuatu yang namanya keramaian, acara akbar selalu mendatangkan antusiasme. Walaupun acara tersebut berlangsung di MAN Banda Aceh, namun anak MTsN tetap bersuka cita menyaksikan acara tersebut. Maklumlah, MTsN dan MAN I Banda Aceh masih satu komplek.</p>
<p>Buat saya, tokoh-tokoh yang datang itu adalah spesial. Saya mengenali tokoh-tokoh itu, mengagumi karya dan tulisan mereka.  Even itu bertajuk ”Sastrawan Bicara, Siswa Bertanya” yang disponsori oleh Majalah sastra Horison dan <em>Ford Foundation</em>. Bahkan H-2 saya sudah punya siasat jitu. Saya harus bisa bertemu dengan mereka!</p>
<p>Anak-anak kelas unggul III-1 siang itu kurang bersemangat mengikuti les sore. Entah sudah bosan belajar atau memang lagi sedang kurang motivasi. Wali kelas, Pak Zul bijak dapat menangkap tanda-tanda tersebut. Saat bertanya kepada para siswa, saya langsung memohon agar hari ini libur saja. Alasannya kami ingin menonton acara SBSB di MAN. Dan beliau mengabulkan. Singkat kata saya langsung menghambur ke pekarangan MAN.</p>
<p>Wah, sudah ramai. Dengan konsep acara outdoor, kursi-kursi dipenuhi oleh siswa MAN dan posisi saya sebagai bocah sekolah sebelah cuma bisa berdiri di sekitar panggung. Dua buku sudah saya pegang erat. Saya yakin pengarangnya pasti datang. Beliau muslimah yang berdarah Aceh, aktif menulis cerpen di Majalah Annida, sangat inspiratif. Saya yang sudah membaca majalah remaja islami sejak kelas I MTsN tentu saja penasaran dengan sosok beliau. Yup, benar sekali. Beliau adalah Helvy Tiana Rosa (HTR).</p>
<div id="attachment_527" class="wp-caption aligncenter" style="width: 209px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/helvy.jpg"><img class="size-full wp-image-527" title="helvy" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/helvy.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Helvy Tiana Rosa</p></div>
<p>Waktu berjalan lambat. Belum ada tanda-tanda pembicara datang. Jadilah saya duduk beralas tanah di tepi taman. Posisi saya strategis,  hanya 2 m dari tangga panggung. Ini membuat saya gampang menatap panggung tanpa harus berdiri dan berjinjit. Tiba-tiba, suasana semarak dan penonton riuh sekali. Tak lama iring-iringan pembicara muncul. Mata saya sibuk mencari sosok yang saya maksud. Waahhh, itu dia yang baju pink. Sreett, pas sekali melintas di depan saya. Sangking senangnya, saya <em>freeze</em> seketika.</p>
<p>Memang begitulah perasaan orang (fans) yang membuncah saat bertemu pujaannya. Memang sih ga sampai histeris segala <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Namun, jika pembicara yang hadir sekaliber Helvy TR, Rendra, Pak Taufik Ismail, <em>isn’t that amazing?</em> Nah, begitulah saya. Khusyuk mendengar penjelasan tentang sastra dari para pembicara. Terlepas saya yang belum mengerti benar dengan apa yang mereka perbincangkan. Tidak masalah! Yang penting rame.</p>
<p>Rangkaian acara mulai berjalan dan tanpa terasa jam 17.15 sudah menuju akhir acara. Saya mulai bersiap. Seperti tak mau kehilangan momen, saya mulai beringsut ke sisi kiri panggung. Tepat saat pembacaan doa dimulai, saya mulai mengacungkan novel Ketika Mas Gagah Pergi. Pas sekali Mbak Helvy duduk paling ujung.</p>
<blockquote><p>“Sebentar ya dek. Nanti saya tanda tangan&#8221;, ucapnya sambil tersenyum.</p></blockquote>
<p>Pas selesai doa, pas novel saya berpindah tangan. Dalam waktu singkat, novel itu sudah dibubuhi tanda love dan huruf HTR. Wah, senangnya saya waktu itu. Berbunga-bunga. Novel Mas gagah adalah novel pertama yang bela-belain saya beli karena ceritanya yang te-o-pe-be-ge-te. Ibrah ceritanya sampai membuat saya terharu. Bahkan mama saya juga ikut menangis saat membaca Mas Gagah. Nah, tentu saya berasa sangat beruntung buku itu langsung ditanda tangani oleh Mbak Helvy.</p>
<p><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/mas-gagah.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-526" title="mas gagah" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/mas-gagah.jpg?w=185&#038;h=300" alt="Sumber foto: goodread.com" width="185" height="300" /></a></p>
<p>Tak lama, mulai banyak yang mengikuti apa yang saya lakukan. Ada yang bawa buku dan minta ditanda tangan. Tangga panggung dipenuhi oleh massa siswa yang sangat antusias ingin bersalaman, berfoto bersama dsb. Akhirnya panitia terpaksa membentuk formasi mengamankan para pembicara. Pembicara meninggalkan panggung dan banyak siswa MAN yang kecewa karena tak tercapai hasratnya.</p>
<p>Sore muai beranjak maghrib. Saat dijemput di sekolah saya pun bercerita kepada ibu saya tentang pengalaman tadi. Sembari pulang ke rumah, kami sekeluarga sepakat bahwa malam ini akan makan di restoran. Ini lazim kami lakukan tiap malam minggu. Tak perlu lama, meluncurlah kami sekeluarga ke Mie Razali. Kedai mie aceh yang fenomenal.</p>
<p><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/mie-razali.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-528" title="mie razali" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/mie-razali.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mie Razali" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Namanya juga rumah makan..ya ramai dengan orang-orang. Setelah menempati tempat duduk, mata saya tertumbuk pada sekelompok orang yang sedang makan mie juga. <em>And guess who?</em> Itu adalah rombongan sastrawan tadi. Wuss..kali ini mereka lebih ramai dan agaknya <em>full team</em>, termasuk Mas Emha Ainun dan Mbak Novia Kolopaking. Alhamdulillah senang sekali rasanya.</p>
<p>Setelah melihat situasi yang mendukung, saya menghampiri dan berkenalan. Awalnya sih dimediatori ibu saya. Sambutan mereka sangat ramah dan kami berbincang akrab. Dan bahkan saya bisa mendapatkan tanda tangan Pak Taufik Ismail, WS Rendra dll komplit..plit. Wah, <em>special edition!</em> Kalau rejeki memang ga lari kemana ya?</p>
<p>Kini, novel-novel itu sudah hilang dibawa tsunami. Namun memoir itu tidak akan pernah hilang.</p>
<p>Itulah #CeritaPertama saya bertemu artis. Nantikan kisah #CeritaPertama selanjutnya. Salam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=524&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/08/02/berburu-artis-ceritapertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/helvy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">helvy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/mas-gagah.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">mas gagah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/mie-razali.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mie razali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdamai dengan Anj*ng #CeritaPertama</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/08/01/berdamai-dengan-anjng-ceritapertama/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/08/01/berdamai-dengan-anjng-ceritapertama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 11:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[#CeritaPertama]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[MOSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[Binatang apa yang kalian takuti? Cacing? Ular? Cecak? atau ayam? Saya takut anjing dan tikus. Jika ditelusuri asal muasal ketakutan itu, mungkin dimulai sejak kecil. Walaupun tidak punya pengalaman traumatik, rasanya ingin kabur jika ada 2 makhuk itu minimal radius 5 meter dari saya. Kalau dipikir-pikir, kasihan juga kepada hewan A dan T itu. Trademark mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=516&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Binatang apa yang kalian takuti? Cacing? Ular? Cecak? atau ayam?</p>
<p>Saya takut anjing dan tikus. Jika ditelusuri asal muasal ketakutan itu, mungkin dimulai sejak kecil. Walaupun tidak punya pengalaman traumatik, rasanya ingin kabur jika ada 2 makhuk itu minimal radius 5 meter dari saya.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, kasihan juga kepada hewan A dan T itu. <em>Trademark </em>mereka kurang elit. Anjing sering dijadikan kata-kata umpatan kasar bahkan ungkapan ekspresi. Mulai dari kata anjing, anjir, anjrot, dan modifikasi huruf a-n-j-i-n-g lainnya. Statusnya najis berat di dalam agama Islam. Kalaupun ada yang berbakti, paling banter jadi hewan pemburu dan pelacak. Sama halnya seperti tikus. Asosiasi hewan pengerat ini kerap dihubungkan dengan para koruptor, politikus dan profesi yang culas. Tak heran, dalam kehidupan kedua hewan ini dianggap mengganggu dan penyebar penyakit. Rabies dan leptospirosis contohnya.</p>
<p>Tapi nampaknya, saya tidak bisa mengelak bahwa di komplek asrama SMA Mosa banyak  mr. doggy. Kawanan hewan itu bebas berkeliaran dan sempat melonjak populasinya. Malam-malam anjing di Mosa juga suka melolong sendu, membuat suasana menjadi <em>spooky</em>. Siang hari bila lengah sedikit, Mr. doggy leluasa singgah bahkan sempat masuk ke barak. Jika sudah demikian, korvey sama&#8217; barakpun dilakukan. Ritual menyiram lantai barak dengan 7x siraman air suci plus dicampur tanah ini minimal dilakukan 1 kali dalam setahun. Namun, sempat juga Barak Anggrek kecolongan karena teledor dengan pintu depan. Sama&#8217; pun dilakukan lagi. Ga capek sih, karena dilakukan bersama-sama. Asal syaratnya suplai air cukup dan ada irisan waktu luang bersama antara penghuni asrama.</p>
<p>Tapi #CeritaPertama kali ini lebih spektakuler. Lagi-lagi terjadi di Barak Anggrek&#8230;</p>
<p>Saya masih kelas I dan itu terjadi di tahun 2001</p>
<p>Lepas makan siang sebelum prosus adalah waktu yang paling enak buat ngaso. Santai-santai sambil dengar walkman plus semilir angin dari kipas. Siang yang sempurna itu mendadak rusak.</p>
<p>&#8220;Ehm, bau apa ni? Menyengat kali! celetuk <em>my room mate</em>.</p>
<p>Iya..bau apa ya? Kami sekamar mulai selidik, mana tahu ada cicak terjepit di pintu. Nihil. Ya sudah, investigasi dihentikan karena baunya juga mendadak sirna.</p>
<p>Esoknya kehebohan terjadi. Salah seorang penghuni Anggrek <em>shock</em> berat setelah kembali dari tempat jemuran. Tak disangka, seekor anjing mati di sana. Kontan saja anak-anak penasaran. Semua ingin melihat walau sambil tahan napas. Saya juga ikutan mengintai dari jauh. Takut plus masih tidak percaya kenapa anjing itu mengakhiri hayatnya di sana.</p>
<p>Oh, ternyata mayat anjinglah penyebab aroma bau nan menusuk hidung. Saat itu tidak ada tindakan yang dilakukan selain mengeluh bau..bau..dan bau. Serba salah juga jadinya. Kita (penghuni barak) berharap ada Bang Neh yang mau mengeksekusi (menggubur) tapi tampaknya beliau sibuk.Hari-hari di barak yang harusnya menjadi tempat istirahat berubah 180 derajat menjadi tidak menyenangkan. Terbayang jika angin sepoi berhembus, maka yang paling sengsara duluan adalah kamar 9,8,7. Posisi kamar 2 Anggrek agak bagus, masih agak jauh dari TKP. Ibu asrama (bu Tawir) bahkan sudah menitahkan, tepatnya mengultimatum bahwa mayat anjing itu harus segera dikubur.</p>
<p>Nah lho! Masalahnya siapa yang mau melakukannya? Saya sebenarnya enggan, namun tidak mungkin juga melemparkan ke Barak mawar atau melati. Secara Mr. doggy nya tewas di wilayah teritorial barak Anggrek dan saya, sebagai ketua barak saat itu perlu mengambil tindakan segera. Hufff&#8230;</p>
<p>Setelah menggelar rapat intrernal barak, maka langkah eksekusipun dirancang. Petugas misi ini adalah 2 orang perwakilan dari tiap kamar. Alat-alat pendukung mulai dikumpulkan. Waktu pelaksanaan adalah hari Minggu pagi. Deal!</p>
<p>Hingga hari eksekusipun tampaknya tak ada bala bantuan dari kaum Adam <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> . Padahal saya ingat, beberapa abang kelas tiga suka berseuara miring jika melintas depan Barak Anggrek. Ihhh..Barak Anggrek bau! Tapi ya sudahlah, <em>the show must go on.</em></p>
<p>Setelah menyiapkan diri, rombonganpun ke lokasi. Masya Allah..bangkai anjingnya besar sekali. Kayanya ini induknya. Posisinya masih utuh, kaku dengan mulut sedikit terbuka. Whhaaa..Baunya juga ga nahaaaann..Udah 4  harian bangkainya nganggur di situ. Isi perut saya sudah mulai bergejolak, namun saya berusaha bertahan. Rasa mual, takut bercampur jadi satu. Beberapa anggota tim yang tidak kuat langsung menyingkir. Maka langsung saja langkah pertama, menyiramkan minyak tanah ke mayat itu. Kata Bu Tawir, ini untuk menghilangkan baunya <em>and it works!</em></p>
<p>Jamila, <em>expert</em> dalam hal cangkul-mencangkul langsung memainkan perannya. Cangkul yang cuma satu menyebabkan hanya Mila sendiri yang mengerjakan. Untungnya gadis ini cukup terlatih. Dalam sekejap lubang kira-kira ukuran 1m x 60 cm dengan kedalaman 70 cm sudah selesai.</p>
<p>Dan ini yang paling heboh. Acara menggiring bangkai itu ke dalam lubang. Kami menggunakan ranting-ranting pohon yang kokoh, mulai menyodok dari arah samping. Bayangkan, saat itu posisi saya hanya 1 m dari bangkai. Andai itu masih anjing hidup pasti saya tidak akan mau.</p>
<p>Bangkai anjingnya cukup berat, agak lama baru bergeser. Stik kayu kami ayunkan terus dengan semangat. Sedikit demi sedikit bangkai sudah mendekati lubang. Hup, 1 m..60 cm lagi..30 cm..Ayo terus kawan-kawan! Saya menyemangati tim. Bak menggiring bola ke gawang dan akhirnya..gol! Bangkainya masuk sempurna ke lubang. Huff, legalah kami semua. Mila pun melakukan tahap <em>finishing</em> dengan menimbun lubang hingga padat. Alhamdulillah, misi selesai!</p>
<p>Selesai dari prosesi tadi, saya belajar beberapa hal. 1. kematian akan menimpa semua makhluk hidup, dimanapun ia berada. 2. Pelaksanaan pemakaman harus diselenggarakan dengan cara baik dan secepatnya demi kesehatan (jika kasusnya hewan). 3. Saya menaklukkan rasa takut saya kepada anjing (walaupun sudah mati) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itulah #CeritaPertama saya menggurusi pemakaman seekor makhluk Allah. Sampai jumpa di edisi #CeritaPertama berikutnya. Salam!</p>
<div id="attachment_519" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/anjing.jpg"><img class="size-medium wp-image-519" title="anjing" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/anjing.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Imagenya disengajakan anjing lucu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=516&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/08/01/berdamai-dengan-anjng-ceritapertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/08/anjing.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anjing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Unlucky Escape Story #CeritaPertama</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/31/the-unlucky-escape-story-ceritapertama/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/31/the-unlucky-escape-story-ceritapertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 17:25:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[#CeritaPertama]]></category>
		<category><![CDATA[MOSA]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran aturan asrama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Aslinya saya anak baik . Gak neko-neko pas jadi siswa SMA Mosa. Dalam kamus saya,  taat peraturan, disiplin dalam hal shalat berjamaah, senam pagi dan belajar sudah menjadi panggilan jiwa..(ciee..) Intinya sejak masuk Mosa yang notabene sekolah berasrama, sejak itu pula saya siap jadi anak mandiri, rajin bla bla lainnya. Maklumlah, jika saya mbandel ntar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=506&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aslinya saya anak baik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Gak neko-neko pas jadi siswa SMA Mosa. Dalam kamus saya,  taat peraturan, disiplin dalam hal shalat berjamaah, senam pagi dan belajar sudah menjadi panggilan jiwa..(ciee..) Intinya sejak masuk Mosa yang notabene sekolah berasrama, sejak itu pula saya siap jadi anak mandiri, rajin bla bla lainnya. Maklumlah, jika saya mbandel ntar laporannya pasti sampai ke rumah dan langsung deh dicap jelek. &#8220;Kok, anak guru begini..kok anak guru begitu..&#8221;.</p>
<p>Sampai suatu saat, saya melanggar peraturan sekolah. Pertama kalinya. Dan ini termasuk kejahatan kelas berat!</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:left;">Ba&#8217;da Jumatan tahun 2001.</p>
<p style="text-align:left;">Saya gelisah. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 2.30 siang. Ya..tidak..ya..tidak. 30 menit lagi waktu prosus (les sore) dimulai. Saya kembali berhitung ulang berbagai kemungkinan dan waktu yang saya butuhkan untuk mencapai kota Banda Aceh. Satu sisi hati berbisik, ayo Bee..now or never! Ciptakan sejarah dalam hidupmu. Sementara sisi lainnya menimpali, hai Febi..percuma saja kamu keluar sekarang. Waktu yang tersisa tidak akan cukup. Jam 5 sore tinggal sesaat lagi. Belum lagi minta izin guru, waktu di jalan, dll. Susah..sudah, lupakan saja mimpimu itu!</p>
<p style="text-align:left;">Kegalauan hati saya berbuah mantap:  keluar. Ada agenda mendesak yang harus saya selesaikan di kota dan tidak mungkin diwakilkan. Akhirnya dengan muka memohon-memelas, saya izin ke guru piket.  Biarpun panik-panik bergembira, saya tidak berani main kabur. Berbekal izin, saya langsung naik kendaraan umum. Kepada room mate, saya hanya pesan bahwa saya ada agenda penting dan tetap akan pulang ke asrama Cot Geundreut.</p>
<p style="text-align:left;">Setelah tiba di Banda Aceh yang sebenarnya cuma berjarak 13 km, saya segera menghubungi Ibu saya via wartel. Zaman itu sudah mulai komunikasi via hp, cuma belum lazim saja. Intinya, saya minta ibu saya menjemput dan mengantarkan saya ke daerah Jeulingke dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dalam bayang-bayang sore, sampai juga saya di tempat tujuan.</p>
<p style="text-align:left;">Pas sekali. Pendaftar terakhir di injury time. Yap, teman-teman..saya saat itu memberanikan diri mendaftar sebagai peserta AFS atau program pertukaran siswa yang diselenggarakan Yayasan Bina Antar Budaya. Masih dalam kondisi berpeluh-peluh, saya menyelesaikan form isian. Untungnya staf registrasi yang bertugas saat itu adalah Kak Ina (Laina Hilma Sari) yang merupakan alumni Mosa 1998. Alhamdulillah, saya masih diterima pendaftarannya dan tercatat sebagai satu-satunya siswa Modal Bangsa yang ikut seleksi AFS tahun itu.</p>
<p style="text-align:left;">What next is ujian seleksi pertamanya, yaitu esok hari, Sabtu jam 8.30 pagi. Wah, harus susun strategi ni. Akhirnya, saya (dengan berat hati) memutuskan cabut untuk pertama kalinya alias menginap tanpa izin. <em>Cabut syar&#8217;i.</em> Sekali lagi saya tegaskan! Ini semata-mata demi kelancaran esok hari. Kalian percaya saya kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Bayangkan, sulit dan sangat tidak efektif jika saya kembali ke asrama hari ini dan esokny harus izin lagi dari asrama pagi-pagi. Toh, besok juga hari Minggu dimana jadwal anak-anak Mosa pelesir ke kota. Tapi jadwal pelesir baru diizinkan setelah jam 9 pagi. Ga banget kan?Akhirnya, info singkat ini saya kabarkan ke <em>room mate</em> yang sudah punya hp. Pokoknya aman! Saya coba abaikan rasa salah yang sempat terselip di hati.<em> Everything gonna be alright!</em></p>
<p style="text-align:left;">Malamnya saya istirahat sambil mempelajari materi dan berita terkini. Besok ujiannya adalah pengetahuan umum. Semoga besok lancar&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Subuh pukul 6, <em>room mate</em> saya menelpon ke rumah (waktu itu saya beum punya hp).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;">&#8220;Bee, gawat. tadi pagi ada absen subuh. Banyak yang bolos sehingga anak2 yang ga hadir dipanggil abis makan pagi. Balik ke asrama dulu ya, walau sebentar saja&#8230;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Hadeuuhh..saya senewen berat. Kok bisa anak-anak barak Anggrek pada bablas subuhnya? Bisa ketahuan ni status saya sebagai Ketua Barak Anggrek cabut! Bahaya bagi pencitraan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Akhirnya&#8230;dengan segala pertimbangan, saya kembali ke asrama, saudara-saudara! Abang saya yang mengantar. Ia menyetir  mobil seperti orang kalap, demi mencapai asrama Mosa tepat waktu. Bayangkan beres makan biasanya jam 7.30, saya harus bisa setor muka, lalu langsung capcus lagi ke lokasi ujian jam 8.30. Berasa kaya <em>amazing race</em> ni! Panik&#8230;</p>
<div id="attachment_510" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/dsc03490.jpg"><img class="size-medium wp-image-510" title="DSC03490" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/dsc03490.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Musalla Mosa</p></div>
<p style="text-align:left;">Tiba di kampus Mosa, barak Anggrek sudah sepi. Tandanya teman-teman sudah berbaris di depan musalla. Saya lari dan langsung bergabung ke barisan. Tepat waktu! Tepat bahwa nama saya sudah dipanggil 1 menit yang lalu. Ohhh..pastaslah, muka teman-teman saya pada tegang bin cemas. Jelas, kelas I-1 dipanggil urutan pertama dan nama dengan urutan F sudah terlewati dan sekarang Pak Kepala Asrama sedang mengabsen urutan nama M.</p>
<p style="text-align:left;">Sambil mengatur nafas, saya sudah pasrah. Alamat kena hukum ni. Terlambat beberapa menit tadi sangat fatal rupanya, karena status saya yang cabut juga terbongkar. Kesalahan berlapis! Mulai dari tidak shalat subuh berjamaah hingga cabut dari asrama tanpa izin Ka. Asrama (saat itu Pak Hamid). Ada laporan ke Bapak Asrama, makanya <em>room mate</em> saya tidak bisa mengelak. Hufff&#8230;gondok berat rasanya. Ter-la-lu! Masa sebagai teman, ga ada cs-nya sama sekali! Tak tahukah ia kalau saya akan, sedang mengemban tugas negara!?! Perasaan sedih, <em>palak</em>, panik bercampur jadi satu.</p>
<div id="attachment_509" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/dsc034811.jpg"><img class="size-medium wp-image-509" title="DSC03481" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/dsc034811.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Barak Anggrek</p></div>
<p style="text-align:left;">Akhirnya, dengan berani mengakui kesalahan, menjelaskan duduk perkara dan kegentingan yang saya hadapi, saya kena hukuman: korvey cabut rumput depan barak Anggrek. Yap, sudah tidak ada waktu untuk berdebat lagi. Segera saja saya menyelesaikan tugas secepat-cepatnya dan langsung berangkat lagi. Waktu sudah semakin sempit. Saya harus bergegas karena satu bagian sejarah hidup saya yang lain sedang menanti! <em>AFS, I&#8217;m coming</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;"> Tapi, sejak saat itu saya sadar..yang salah tetap salah. Terlepas akhirnya saya lulus AFS, namun tidak jadi diambil, <em>that&#8217;s another story</em>. Ga lagi deh  saya cabut dari asrama karena saya tidak berbakat, cabut dan ketahuan..hehe. Peace ya Pak&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Itulah #CeritaPertama melakukan pelanggaran asrama. Tidak untuk dicontoh ya! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Nantikan #CeritaPertama selanjutnya. Salam</p>
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=506&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/31/the-unlucky-escape-story-ceritapertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/dsc03490.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC03490</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/dsc034811.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC03481</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>H2C Bekam #CeritaPertama</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/30/h2c-bekam-ceritapertama/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/30/h2c-bekam-ceritapertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 16:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[#CeritaPertama]]></category>
		<category><![CDATA[bekam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah mendengar praktek pengobatan thabibun nabiy bekam atau hijamah ini sejak kuliah tingkat 3. Saat itu ada senior mahasiswa Aceh yang melakukannya dan dari penuturannyalah saya tahu bahwa bekam itu mengeluarkan darah kotor. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda : إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=494&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah mendengar praktek pengobatan <em>thabibun nabiy</em> bekam atau hijamah ini sejak kuliah tingkat 3. Saat itu ada senior mahasiswa Aceh yang melakukannya dan dari penuturannyalah saya tahu bahwa bekam itu mengeluarkan darah kotor.</p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Rasulullah <em>Shallallahu ‘alayhi wa Salam</em> bersabda :</span></p>
<p dir="rtl" align="justify"><span style="font-size:small;">إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ</span></p>
<p align="justify">“<span style="font-size:small;">Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah <em>hijamah </em>(bekam) dan <em>fashdu</em> (venesection).” (HR Bukhari – Muslim).</span></p>
<p>Akhirnya karena alasan ingin membuat sejarah dalam hidup dan mengalahkan ketakutan dalam diri, ba&#8217;da jumatan bulan Juni 2011 saya memberanikan diri ke kinik bekam dan ruqyah terpercaya di daerah Ciputat. Dari awal masuk, sudah tercium seperti aroma minyak gosok&#8230;hmm..cukup menyengat baunya.  Setelah mendaftar, saya menunggu untuk didiagnosa.</p>
<p>Tampaknya tak banyak antrian hari ini. sampai tiba-tiba&#8230;</p>
<p>Braakkk..seorang perempuan keluar dari ruang pemeriksaan dengan pandangan liar. Ia malah berlari ke arah jalan raya. Seorang lelaki dan anak kecil turut mengejarnya. Saya duga ini adalah suami dan anaknya. Anak kecil itu mulai menangis dan mengejar ibunya, sedangkan perempuan itu mengoceh asal. Perasaan saya mulai tidak enak.</p>
<p>Saya pura-pura sibuk baca koran. Di ruang tunggu juga ada beberapa terapis ikhwan yang menunggu, hendak mengamankan sang pasien. Tak jelas, suaminya tiba-tiba meninggalkan klinik itu. Saya lihat si perempuan itu kira-kira usia 30 tahunan dan anaknya yang 6 tahunan itu bertubuh kurus, penuh ingus dan luka di kakinya. Mulai deh saya berhipotesa bahwa keluarga mereka sedang dilanda konflik (kondisi kejiwaan ibunya yang labil) hingga menyebabkan anaknya tidak terurus. namun karena mereka semua di luar gedung,  suasana yang tegang lama-lama berangsur hilang.</p>
<p>Tak lama saya muai kebat-kebit. Perempuan yang masih kerasukan jin itu masuk ke lobi klinik dan duduk berjarak 1 meter dari saya. Alamak, gimana kalau dia tiba-tiba bringas? mencekik saya? marah-marah ga jelas? Jujur saya takut. Perempuan itu duduk seenaknya bahkan sampai tidur-tiduran segala. Saya konsen dengan terus berzikir dalam hati. Kalau saya takut, berarti saya kalah dong ama jin jahat itu!</p>
<blockquote><p>&#8220;Apaan itu baca-baca segala..Makanya baca yang bener..Baca tu sejarah..Baacaaaaa!!</p></blockquote>
<p>Ia berteriak kencang sambil mengacungkan jari ke arah televisi. Anaknya kembali menangis dan beringsut ke dekatnya.</p>
<p>Astagfirullah..Ya Allah, lindungilah hamba-Mu ini, doaku. Perempuan itu kumat lagi ni. Para terapis pura-pura cuek, saya pun demikian. Walaupun mulai keluar keringat jagung. Coba kalian di posisi saya, pasti harap-harap cemas juga kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hingga akhirnya 5 menit kemudian suaminya kembali dan mereka diarahkan kembali ke ruang pemeriksaan. Hufff&#8230;alhamdulillah.</p>
<p>Tibalah giliran saya didiagnosa. Terapis menanyakan keluhan saya. Sebenarnya saya tidak punya riwayat penyakit tertentu, cuma penasaran saja dengan yang namanya bekam. Akhirnya saya menuturkan kadang-kadang suka pegel di tengah telapak kaki jika sudah kebanyakan berdiri atau jalan. Eh, ustadnya sempat menanyakan mau diruqyah sekalian. Saya cuma nyengir, menolak halus dengan alasan tak punya cukup waktu. Padahal masih takut dengan peristiwa tadi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah proses pembayaran (Rp. 70rb), saya menunggu untuk dipanggil. Sebagai informasi, bekam pasti dilakukan oleh terapis yang berpengalaman dan tersedia ruang bagi pasien laki dan perempuan. Layanannya juga dilakukan dengan alat yang steril (jarum baru) dan terapis dengan gender yang sama sesuai pasien.</p>
<p>Nah, the show start! Mulai deh prosesi bekam dimulai. Ada pengolesan minyak, lalu permukaan kulit ditembak semacam tabung untuk memvakumkan udara, lalu dicetek-cetek dengan pulpen yang berjarum. Tidak sakit, mungkin karena saya sangking amazednya melihat dari permukaan kaki saya mulai mengeluarkan titik darah. Prosesnya lebih kurang 20-30 menit. Ada bagian yang mengucurkan darah dengan deras (seperti di bagian dekat tumit), namun ada pula yang hanya beberapa tetes.  sepertinya tergantung jumlah darah kotor yang berkumpul di pembuluh tersebut.</p>
<div id="attachment_500" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/bekam.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-500" title="bekam" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/bekam.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber Foto: eliman-international.com</p></div>
<p>Akhirnya, proses bekam saya selesai juga. Alhamdulillah, rasanya lebih baik. Setelah diperhatikan, tabung-tabung bekam memang meninggalkan bekas di kulit seperti lingkaran yang memerah. Ditambah lagi dengan bekas jarum-jarumnya. Tapi setelah 3 hari, bekas tersebut hilang dengan sendirinya.</p>
<p>Begitulah #CeritaPertama saya dibekam. nantikan #CeritaPertama edisi selanjutnya. Salam!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=494&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/30/h2c-bekam-ceritapertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/bekam.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bekam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riding Motor Bike #CeritaPertama</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/29/riding-motor-bike-ceritapertama/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/29/riding-motor-bike-ceritapertama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 05:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[#CeritaPertama]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Untuk anak yang tinggal di Banda Aceh dan sekitarnya, belajar mengendarai sepeda motor serasa wajib hukumnya. Karena naik kereta adalah transportasi yang lazim, murah dan terjangkau oleh mayoritas warga Banda. Tak heran, jalur angkotan umum yang terbatas dan tidak menjangkau jalan-jalan utama, menyebabkan anak-anak ini dikarbit untuk cepat besar. Dan salah satu tanda eksistensi &#8220;jadi orang besar&#8221; adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=485&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk anak yang tinggal di Banda Aceh dan sekitarnya, belajar mengendarai sepeda motor serasa wajib hukumnya. Karena <em>naik kereta</em> adalah transportasi yang lazim, murah dan terjangkau oleh mayoritas warga Banda. Tak heran, jalur angkotan umum yang terbatas dan tidak menjangkau jalan-jalan utama, menyebabkan anak-anak ini dikarbit untuk cepat besar. Dan salah satu tanda eksistensi &#8220;jadi orang besar&#8221; adalah bisa mengendarai motor.</p>
<p>Tahun 1998 belum dikenal motor matic. Kalau mau latihan mengendarai motor, pilihannya jatuh ke honda, sebuh merek motor yang menjadi trendmark saat itu. Kisah saya mulai bawa honda yaitu di kelas 6 MIN (setingkat SD). Sebuah masa yang dianggap cukup layak untuk belajar dengan pertimbangan minimal kaki sudah mampu menapak di tanah (walaupun masih jinjit) dan mampu mengimbangi massa honda.</p>
<p>Tak perlu lama, honda ibu saya jadi alat uji cobanya. Tempat berlatih di Jalan Bahtera Kampung Mulia. Cukup dekat dengan rumah dan lokasi jalan ini strategis sekali karena merupakan jalan buntu yang diapit oleh 2 lapangan kosong. Pelatihnya yaitu abang saya sendiri, Reza. Ok, sempurna kan?</p>
<p>Sore lepas hujan saya tetap bersemangat berlatih. Toh saya pikir bawa honda kan gitu-gitu aja ya? Asal bisa diawalnya, mengerti cara oper gigi, lancarlah&#8230;Basicnya sih harus biasa bawa sepeda dulu. Nah, minimal saya sudah akrablah dengan part honda. Rutinitas &#8220;memanaskan&#8221; honda di pagi hari membuat saya tidak grogi untuk menstart mesin, mengencangkan gas dll.</p>
<div id="attachment_488" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/72501_sepeda_motor.jpg"><img class="size-medium wp-image-488" title="72501_sepeda_motor" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/72501_sepeda_motor.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">sumber gambar: esq-news.com</p></div>
<p>Setelah pengantar teori mengendarai motor dengan baik dan benar dari abang saya, maka <em>it&#8217;s time to practise</em>! Medan latihan yang mulus dan lurus membuat saya lancar jaya mengedarai motor. Dua tiga kali bolak-balik kepercayaan diri saya meningkat.</p>
<blockquote><p>Wah, walaupun baru 1 kali latihan saya sudah tahap bisa. Mungkin ga lama lagi bisa tahap mahir dan bisa dipercaya ke jalan lalu lintas ramai. Yes..yes!</p></blockquote>
<p>Tak disangka, saat ingin baik arah saya mulai kewalahan. Gas saya pelankan dan rem diinjak dalam-dalam. Namun mendadak saya hilang keseimbangan. Ups, kaki ini mencoba menggapai tanah dan tertatih mencoba jalan sambil berpegangan di stang honda. Bodi honda yang memang berat untuk anak seumuran 12 tahun menjadi beban bagi saya. Abang saya yang mengawasi di ujung jalan berteriak-teriak..mundur dulu!</p>
<p>Nah sayanya bandel. Menganggap sudut putaran sudah sempurna dan space untuk berbelok 360 derajat cukup lebar. Tentulah prediksi saya salah besar. karena roda depan sudah mulai keperosok ke selokan besar yang penuh air sisa hujan besar. Tekstur tanah yang gembur membuat kaki saya terbenam dalam lumpur. Mudah saja, kaki yang tidak kuat menapak sekaligus tidak kuat menopang bodi honda membuat saya kewalahan. Dalam beberapa detik, terjun bebaslah honda dan si anak bandel itu ke dalam parit panjang berair coklat. Hiks&#8230;</p>
<p>&#8220;Baaaaaaaaang&#8230;saya cuma bisa menjerit.</p>
<p>Akhirnya abang saya datang, menarik saya keluar dari parit yang kira-kira sedalam lutut orang dewasa. Honda yang ikutan nyemplung sudah berlepotan lumpur. Sambil menahan sakit di kaki, saya menepi di atas jalan aspal. ternyata tak ada yang luka, cuma <em>beset-best</em> saja di kulit. Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Setelah memastikan honda dalam keadaan baik-baik saja, kami pun pulang. pelajaran bawa dihentikan sampai waktu yang tidak ditentukan. Abang saya cuma ngomel sedikit saja. hehe..untung saja.</p>
<p>Sampai akhirnya, saya masih tetap mengendarai motor. Apalagi sejak SIM C di kantong. Tapi tenang saja, saya tipe rider yang baik dan benar lho. Pakai helm, taat peraturan lalu lintas dan <del>tidak </del> kebut-kebutan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mudah-mudahan saya dapat memperdalam teknik riding motor bike saya di Vietnam <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini #CeritaPertama saya mengendarai sepeda motor! Nantikan edisi #CeritaPertama berikutnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=485&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/29/riding-motor-bike-ceritapertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/07/72501_sepeda_motor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">72501_sepeda_motor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bantuan Biaya Pendidikan Pemerintah Aceh Tahun 2011 (S1,S2, S3)</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/15/bantuan-biaya-pendidikan-pemerintah-aceh-tahun-2011-s1s2-s3/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/15/bantuan-biaya-pendidikan-pemerintah-aceh-tahun-2011-s1s2-s3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 02:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa Aceh 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Pemerintah Aceh kembali menawarkan peluang bantuan biaya pendidikan bagi masyarakat Aceh yang sedang menyelesaikan pendidikan S1, S2 dan S3 dalam dan luar negeri. Info detail, silahkan ke TKP. Semoga berhasil. Pendaftaran sejak Senin, 11 Juli 2011 dan ditutup tanggal 9 September 2011.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=482&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Alhamdulillah, Pemerintah Aceh kembali menawarkan peluang bantuan biaya pendidikan bagi masyarakat Aceh yang sedang menyelesaikan pendidikan S1, S2 dan S3 dalam dan luar negeri.</div>
<div>Info detail, silahkan ke <a href="http://acehscholarships.blogspot.com/2011/07/bantuan-biaya-pendidikan-pemerintah.html">TKP</a>.</div>
<div>Semoga berhasil.</div>
<div>Pendaftaran sejak Senin, 11 Juli 2011 dan ditutup tanggal 9 September 2011.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=482&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/07/15/bantuan-biaya-pendidikan-pemerintah-aceh-tahun-2011-s1s2-s3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Chef Junior Beraksi di 6B</title>
		<link>http://ceritabee.wordpress.com/2011/06/21/saat-chef-junior-beraksi-di-6b/</link>
		<comments>http://ceritabee.wordpress.com/2011/06/21/saat-chef-junior-beraksi-di-6b/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 12:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Febi Mutia</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[MIN Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[nasi goreng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabee.wordpress.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Medio Juli 1997 Saat sorot mata lebih berbicara daripada kata-kata maka itulah gambaran hari itu. Semua anak-anak kelas 6 ingin berada di sana. Di kelas baru itu. Kelas dengan meja dan kursi baru, meruap khas bau cat. Papan tulis yang hitam sempurna dan belum terukir tulisan arab bismillah. Itulah kelas 6D yang di sebelahnya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=472&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medio Juli 1997</p>
<p>Saat sorot mata lebih berbicara daripada kata-kata maka itulah gambaran hari itu. Semua anak-anak kelas 6 ingin berada di sana. Di kelas baru itu. Kelas dengan meja dan kursi baru, meruap khas bau cat. Papan tulis yang hitam sempurna dan belum terukir tulisan arab bismillah. Itulah kelas 6D yang di sebelahnya adalah kelas yang difungsikan sebagai mushala. Kelas ekslusif bertembok bata, tidak berbatas papan yang bisa dibuka-tutup seperti kelas lain. Hari itu saya ada di sana. Bersama sekumpulan kawan-kawan yang didaulat sebagai anak kelas inti.</p>
<p>Rupanya ada skenario yang lebih menarik lagi. Kesempatan mencicipi kelas inti hanya berlangsung beberapa hari karena sesungguhnya tempat saya di kelas 6B. Entah mengapa akhirnya kelas inti itu dipecah dan murid-muridnya disebar di kelas 6A hingga 6E.</p>
<p>Kalian masih ingat siapa saja wali kelas 6A-6E? Ada Ibu Murni, Bu Fatma, Bu Ros, Bu Nurjannah dan Bu …(lupa). Ibu-ibu ini sangat kompak bagai lima sekawan bahkan urusan taplak meja kelaspun seragam, yaitu kain biru dengan motif uang koin dan ada rample-rampel. Mungkin kalau beli borongan, tawar-menawar harga kain dan ongkos jahitnya makin seru ya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cerita seru lainnya yang pasti mengesankan adalah lomba masak nasi goreng. Begini kisahnya…</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>“Bi, kita perlu bagi-bagi tugas, kata Musdya.</p>
<p>“Pasti. Masak nasi goreng kan gampang? Jawabku. Maklumlah, usia 11 tahun untuk anak perempuan sudah sepatutnya bisa mengerjakan beberapa tugas rumah tangga. Maka setelah Bu Fatma membagi kelompok berdasarkan deretan tempat duduk, kelompokku mulai berkonsolidasi. <em>Job description</em> telah tuntas. Saya bertugas bawa kompor dan peralatan memasak, Irfandi dan Shalihin membawa peralatan makan (piring, sendok, gelas), Musdya dengan racikan bumbu nasi goreng. Semua dapat tugas. Semua antusias dengan rencana lomba masak ini. Termasuk kelas 6 lainnya.</p>
<p>Tiba di hari H, heboh berat..Bisa dibayangkan, ada acara gotong kompor minyak dari rumah, geser-geser meja dan kursi dan menset dapur dadakan dan mulai mengolah bahan-bahan. Para siswi mulai keluar gaya mamak-mamaknya…Contohnya seperti ini:</p>
<blockquote><p>“Eh, potong timunnya jangan tebal-tebal!</p>
<p>“Ulekan cabe dan bumbunya masih kasar!</p>
<p>“Nasi gorengnya masih pucat! Tambah lagi kecapnya…</p>
<p>“Jangan aduk nasi dan bumbunya pakai tangan..Jorok e..</p></blockquote>
<p>Aaaahhh..pokoknya semua <em>gabuk</em>. Hehe…</p>
<p>Kelas 6 B menerapkan sistem yang berbeda. Ibu wali kelas kami hanya bertindak sebagai fasilitator, benar-benar membebaskan anak muridnya berkreasi. Akhirnya kelas penuh dengan harumnya minyak menumis bumbu, aroma kecap manis, garam, desing sodet dengan kuali ditimpali gelak tawa. Murid-murid berlagak bagai <em>chef master</em>. Sekompak mungkin dan berusaha keras untuk menyajikan sepiring nasi goreng lezat sebagai tester kepada dewan juri yang tak lain adalah ibu-ibu wali kelas.</p>
<p>Anak-anak sibuk memasak, ibu-ibu wali kelaspun tidak ketinggalan. Sibuk inspeksi dong! Mengawasi supaya anak-anak menjalankan step-step memasak dengan standar kesehatan dan keselamatan kerja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Secara banyak potensi bahaya di sana, mulai dari pisau, kompor, api, minyak goreng dan minyak tanah. Alhamdulillah, untungnya murid-murid aman-aman saja menjalankan misinya.</p>
<p>Waktu terus berlalu. Tak terasa sudah 2 jam “berkutat di dapur”. Jarum jam dinding sudha menunjukkan pukul 11.30. saatnya mengakhiri acara masak-masak dan masuk kepada tahap serving. Yakin dan percaya diri saja, teman&#8230; Nasi goreng made in kelompokku pasti enak. Nasi goreng mulai disajikan di piring. Irisan tomat dan mentimun menghiasi sisi-sisinya. Dipadu dengan telur dadar dan taburan bawang goreng. Menu semakin komplet dengan minuman sirup patung plus biji selasih dan nata de coco. Sempurna..Perfecto! (kalau dipikir-pikir sekarang, ini padanan yang aneh -_-‘)</p>
<p>Saya sempat melirik ke kelompok sebelah…</p>
<p>“Mus, hebat ya si Nopi. Bisa buat bunga mawar dari tomat! Musdya melirik ke sebelah. Ia turut mengiyakan. Maka selanjutnya adalah sesi penilaian dewan juri. Satu persatu ibu wali kelas mencicipi nasi goreng buatan kelompok. Hmm…kami menatap harap-harap cemas. Untungnya tidak ada yang berkomentar seperti Chef Juna <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>“Wah, ini rasanya manis nak..kebanyakan kecap ya? Kata Bu Fatma. Kami hanya senyum-senyum. Dari penampakan fisik memang tak salah lagi..warna nasi goreng memang didominasi warna kecap..Hehe.. Ada pula nasi goreng yang terlalu pedas, asin dan tampilan pucat. Hehe..lengkap sudah. Tidak ada yang mengantongi poin sempurna. Namun tak disangka, kelompokku meraih juara 2 nasi goreng terbaik. Yeahhh..sedangkan juara 1 diraih Mawaddah dkk.</p>
<p>Setelah sesi penjurian, tanpa panjang lebar…saatnya makaaaaaannnn!! Alhamdulillah, semua nasi goreng buatan bocah-bocah kelas 6B rasanya enak dan enak sekali. Karena rasa tak pernah bohong <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>-sayangnya tak ada dokumentasi saat itu-</em></p>
<div id="attachment_474" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/06/nasgor.jpg"><img class="size-medium wp-image-474" title="nasgor" src="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/06/nasgor.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" width="300" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Nasi Goreng</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabee.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabee.wordpress.com/472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabee.wordpress.com&amp;blog=12016614&amp;post=472&amp;subd=ceritabee&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabee.wordpress.com/2011/06/21/saat-chef-junior-beraksi-di-6b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3db5059878f19edf2b7c916b25f50096?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vbeeminer121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabee.files.wordpress.com/2011/06/nasgor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nasgor</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
