Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2010

Sedekah

Lepas magrib di sebuah travel agen, Banda Aceh…
siapa 1 : Bang, neu bri sedekah bacut
siapa 2 :
Siapa 1: bang, sedekah…
siapa 2 : *lagi ada konsumen
Siapa 1 : Bang, sedekah!
Siapa 2 : hai, ka saba bacut…gob hek keurja beungoh seupot…
sesaat kemudian..beberapa keping logam berpindah tangan…
ke lelaki yang masih muda dan normal…
-saya diam mengamati di kursi tunggu-

Advertisements

Read Full Post »

Driver and Rider

Ada perbedaan style dalam saya berkendara. Namun akarnya tetap satu. TERTIB. Buktinya selalu cek and ricek. seperti kelengkapan dokumen (SIM dan STNK), kondisi kendaraan (BBM cukup, tekanan angin di ban, mesin ok, lampu nyala, spion berfungsi) dan safety dalam berkendara.

Kalau pakai motor, harus dengan helm standar dan mengNGAITkan talinya. Jadi driver, selalu gunakan seat belt (walaupun saat nyetir di Banda Aceh yang tidak/belum menerapkan aturan seat belt).

Patuh berlalu lintas? pasti…kalau mau belok kanan, saya ngantri di jalur kanan. Mau terus lurus, di jalur tengah dan ga pernah pelit kasi lampu sign jika belok.

Style saya saat berkendara? Jelas beda. Jika menjadi :

Driver : sopan dan berhati-hati. Soalnya meleng dikit, bisa gores ni body mobil, bisa nyenggol orang, apalagi kalo nyerempet motor…wah bisa kacau. dan duit buat ke ketok magic huhu…(mahal). Driver mobil juga bertanggung jawab dengan keselamatan sejumlah orang dalam tumpangannya. Anehnya, kadang driver mobil suka disalahkan walaupun bener (jika berhadapan dengan motor).

Alhasil, saya selama jadi driver menjadi sabar. sabar saat menghadapi kemacetan, tidak mau beresiko nyetir saat mengantuk, ga berisik klakson kendaraan lain saat lampu hijau baru saja menyala, dll.

Rider : tangkas dan cepat. Prinsipnya fast and safe. Body motor yang streamline enak banget dipake buat nyalip2 dalam kemacetan di sisi jalan Dago :D…Dipakai dengan kecepatan tinggi pun asik. Dan motor dalam beberapa hal sangat hemat waktu dan mudah nyari tempat parkir.

Selama di Bandung dan di Banda Aceh, saya pernah jadi driver maupun rider. Di dua daerah ini, tentu saja kesadaran berlalu lintasnya berbeda. Di Banda aceh, saya harus punya stok kewaspadaan berkali lipat, karena kadang2 sesama pengendara..sang hana dipike sapeu..

lampu merah, tancap terus…ga pake helm? biasa…cross jalan, melawan arus kendaraan, hajar aja…motor malah kalo perlu tampil “polos” alias ga pakai spion, ga punya lampu depan dan sign..oh Goshh…dan harap diingat, jumlah motor di Banda Aceh, amat banyak…

Di Bandung, motor tetap banyak…namun sepertinya lebih tertib. Sepertinya keberadaan motor banyak di jalur-jalur Bandung coret (yang bukan wilayah edar saya).

In conclution, saya tetap patuh dan taat pada aturan lalu lintas. Bukan buat pak polisi..tapi atas kesadaran saya sendiri :).

Be driver or rider? Safe and Fast!

saft7.com

Read Full Post »

Read Full Post »

Read Full Post »