Feeds:
Posts
Comments

Archive for February 7th, 2011

Kalau perut sudah krucuk-krucuk rasa lapar, pasti ingin makankan? Namun bukan nasi, bukan pula cemilan yang ringan. Apa ya jenis kuliner yang “ringan namun nampol”? Daripada pusing, mengapa tak coba mie kocok!

Namanya Mie Kocok Si Doel. Apakah ini kedai mi punyanya si Doel anak betawi?Jangan tanya saya ya…karena asal muasal nama ini ngga nyambung banget dengan lokasinya. Kalau kamu menebak tempatnya di Jakarta dan sekitarnya, maka ente salah besar..hehe. Mie kocok Si Doel adalah salah satu kedai mie kocok di Kota Banda Aceh. Letaknya pas di Jl. Diponegoro pusat kota Banda Aceh, hanya berjarak 100m dari mesjid Raya Baiturrahman. Tak ayal, warung ini pun ramai dikunjungi mulai jam 11 hingga sore. Namun jangan coba-coba makan di waktu menjelang Zuhur (atau waktu shalat) khususya saat shalat Jumat karena akan dirazia oleh aparat perempuan Wilayatul Hisbah. Tenang, peraturan yang terakhir cuma berlaku bagi laki-laki kok…

Mie Kocok Si Doel

Namanya juga warung mie kocok, maka menu spesialnya adalah mie kocok dengan kaldu sapi. Ditambah dengan daging sapi cincang. Ya buat yang vegetarian, sorry to say..Mienya enak lho…mienya bukan mie telor yang keriting-keriting itu, melainkan mie kuning panjang. Dengan irisan seledri, siraman kaldu panas, mie kocok siap disantap. Kalau mau enak, boleh ditambah acar bawang, kerupuk, kecap, cabe, telur rebus atau perkedel kentang. Yummy…

Mie Kocok Si Doel

Tambahan untuk santap Mie Kocok

Buat yang mau pesan menu lain juga tersedia bakso sapi. Untuk minuman, saya rekom es campur. Tahu sendirikan bagaimana teriknya kota Banda Aceh? Pasti bawaannya ingin minum minuman dingin. Es campur di Aceh berupa racikan dawet/cendol tepung beras yang warna hijau, biji delima, kacang hijau, cincau hitam dengan santan, gula merah. Semua bahan tersebut bercampur satu ditambah potongan es batu, pas sekali menemani Anda bersantap.

Es Campur

Satu poin lagi di Si Doel yaitu pesannya ga pake lama alias pelayannya bekerja dengan sigap mengantar pesanan konsumen. Apalagi kalau kamu pesannya buaaaaanyak dan bayar 😀 . Tak usah khawatir, di dapurnya, porsi mie sudah tersaji di piring. Jadi, begitu datang pesanan..langsung deh kaldunya dituang.

Siap sedia

Soalnya dari pemantauan saya, yang makan di sini biasanya ibu-ibu yang habis belanja dari Pasar Aceh atau pelajar yang baru pulang sekolah. Benang merahnya..mereka adalah orang yang lapar berat dan tidak suka menunggu lama (termasuk saya 🙂 )

Racikan Es Campur

Kalau untuk hang out, kayanya kurang pas karena tempatnya tidak dirancang untuk itu. Kedainya berupa ruko, kipas angin di langit-langit dan belum ada fasilitas wifi. Ya minimal, untuk makan sepiring mie kocok polos dan es campur Anda cukup keluar kocek 13 ribu. Cukup hematlah…

Mari bersantap!

Read Full Post »