Feeds:
Posts
Comments

Archive for February 24th, 2011

Menikmati sore yang menyenangkan adalah pilihan semua orang. Setelah seharian berkutat dengan bermacam aktivitas maka bersantai, mengobrol ditemani kudapan ringan apalagi ditambah dengan suasana yang mendukung pasti tidak akan Anda sia-siakan. Salah satunya berada di suatu kafe di seputaran Teuku Umar Banda Aceh.

Canai Mamak

Warung Canai Mamak Kuala Lumpur. Di situlah saya menghabiskan sore hari itu. Warung yang mulai dipenuhi pengunjung sejak lepas ashar (pukul 17.00) ini memang didominasi oleh remaja dan anak muda. Satu-satu terlihat juga para PNS yang sekedar datang dan take away pesanan. Suasananya mendukung untuk bersantai. Bisa duduk di dalam ruko atau outdoor sambil menikmati pemandangan jalan raya.

Suasana indoor Canai Mamak

Dari namanya saja, orang sudah menduga-duga, apakah warung ini berasal dari Malaysia? Ternyata pemiliknya adalah seorang Aceh yang mengawali usaha ini di Malaysia lalu kemudian membuka usaha yang sama di Banda Aceh. Oh begitu rupanya…

Menu utama Canai Mamak jelaslah roti canai. Roti canainya bukan versi yang sudah jadi, tapi dibentuk dari adonan tepung dan “dilempar-lempar” atraksi chef di penggorengan. Barulah canai dibentuk dengan terlebih dahulu diisi dengan aneka rasa. Favorit saya adalah canai aneka rasa. Satu porsi dengan 5 potong canai berasa coklat, srikaya, dll. Ini paket hemat dibandrol Rp.5000. Sedangkan untuk yang special ada canai rasa durian. Hmmm…pasti lezat.

Canai Isi Srikaya

Interiornya cukup apik. Pengunjung juga bisa menyaksikan aktivitas chef di dapur meracik teh tarik, membuat canai dll karena ada kolom terbuka yang langsung menghadap ke pengunjung. Selain menu-menu yang lezat dan ramah di kantong, pengunjung tetap bisa online. Wajar saja, hampir semua café di Banda Aceh seperti wajib hukumnya untuk menyediakan layanan wifi sebagai salah satu daya tarik.

Hal yang khas dari warung ini adalah para pramusajinya. Mereka berseragam baju kurung layaknya gadis-gadis melayu. Corak kembang-kembang dengan warna mencolok adalah kostumnya. Mereka cukup terlatih dengan membawa nampan dan melayani para tamu terlebih saat peak hour.

Pramusaji berbaju kurung

Jadi, santai sore…sedap, hemat? Bolehlah dicoba Canai Mamak

Read Full Post »