Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2011

Semenjak sosialisasi program pertukaan pemuda antar negara (PPAN) 2011 dibuka, saya turut bantu sosialisasi terutama via blog dan jalur pertemanan. Tidak sedikit pula dari daaerah yang lain yang mengirim sms ke nomor saya untuk bertanya informasi. Tidak masalah bagi saya. Sejauh ini saya dengan senang hati membantu. Ada beberapa catatan kecil yang terekam dari interaksi mereka ke saya.

  1. Hana kom, hana lam

Yang orang Aceh pasti ngerti. Maksudnya, sms yang too straight to the point. Tanpa ada perkenalan/pembukaan sedikit pun.

Contoh: Mbak, saya mau ikut daftar pertukaran mahasiswa. Caranya bagaimana ya?

Hehe…saya ga kenal nomornya, tidak memperkenalkan diri dan daerahnya dulu, bahkan langsung nembak nanya. Bagaimana kalau ternyata dia salah sms?

Pelajaran moral: jika kamu mau mengsms orang yang belum kenal sebelumnya, isi sms pertama sebutkan identitas dan tujuan. Jika direspon, baru menuju ke inti pembicaraan. Jangan sampai sudah berbalas-balas sms, tapi dianggap sebagai unidentified person.

2. Ngeyel

Contoh: (sms 1) jadi kontak personnya siapa mbak? sudah dibalas lalu (sms 2) mbak febi pj sumatera kan? Ada nomor kontak lain selain mas ini?

Hoho, ini tipikal pantang menyerah. Namun, bayangkan jika orang yang Anda sms itu belum anda kenal baik, bisa jadi dia merasa terganggu dengan isi sms yang hampir sama dan kemudian tidak mau membalas lagi. Jadi rugi sendirikan?

3. Langsung telepon

Terkadang bagus karena memudahkan komunikasi. Namun, sekali lagi, untuk orang yang baru Anda tahu ada baiknya mengsms sebelumnya apakah boleh menelpon pada saat itu? Mana tahu orang tersebut sedang menyetir kendaraan, dalam acara formal penting, ujian, dll.

4. Tulisan SMS yang memusingkan

Entahlah karena saya dari generasi lama yang awam dengan tulisan-tulisan alay. Walaupun  tingkat tulisan alaynya masih standar tapi tetap saja otak ini butuh beberapa detik untuk menerjemahkan maksud smsnya :-).

Mudah-mudahan bermanfaat, sekaligus mengingatkan diri saya sendiri tentang pentingnya etiket berkomunikasi.

Advertisements

Read Full Post »

What We Call Them?

Menyebutkan nama negara dalam bahasa Inggris relative gampang. Namun, bagaimana dengan kebangsaan dan bahasanya. Tak ada pola khusus, hanya perlu membaca dan menghapalnya 🙂

Ada 6 perubahan yang lazim untuk perubahan penyebutan kebangsaan/bahasa. Yaitu

  • –ese

Ex : Chinese, Japanese, Maltese, Portugese, Lebanese

  • –(i)an

Ex: Brazilian, American, Malaysian, Australian, Indonesian, Canadian, Belgian, Norwegian, Peruvian (Peru), Iranian, Russian

  • –ish

Ex: Irish, Spanish, Danish, Turkish, English, Swedish, Finnish (Finlandia), Scotish (Scotlandia), Polish (Polandia).

  • –i

Ex: Iraqi, Yemeni, Bangladesi, Israeli, Kuwaiti

  • –ic

Ex:  Arabic, Icelandic

  • Others

Ex: French, Dutch, Greek, Welsh, Swiss,  Filipino

Selamat Belajar!

Read Full Post »

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Aceh akan mengadakan seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara 2011 dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora RI).

Kuota:

– Australia (AIYEP) : 1 org putra usia 21-25 tahun

– Kanada (CIYEP) : 1 org putri 18-23 tahun

– Malaysia (IMYEP) : 1 org putra 23-30 tahun

– Kapal pemuda ASEAN-Jepan (SSEAYP) : 1 org putra 20-30 tahun

Pendaftaran langsung ke kantor Dispora Aceh s.d 25 Maret 2011

Mengikuti seleksi tanggal 26-27 Maret 2011

di Gedung Pemuda Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Aceh

Jl. Gurame No.18, Lampriet (belakang Taman Ratu Safiatuddin)

Banda Aceh

Telp.(0561)7555150 Fax.(0561)7555088

Syarat adm utama:

– fotokopi KTP (Aceh/putra daerah),

– pasfoto ukuran 2×3 2 lembar dan 4×6 2 lembar,

– mengisi biodata pada panitia/PCMI Aceh.

Syarat adm menyusul:

– akte kelahiran

– izin tertulis orang tua bermaterai 6000

– SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

– TOEFL score 432 atau IELTS 3,5 atau TOEIC score 400 atau TOEFL IBT 40 atau TOEFL CBT 120

– karya tulis dengan tema kepemudaan minimal 1000 kata.

“Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu,

sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda.”

[Ahmad Fuadi, alumni Indonesia – Canada Youth Exchange Program

dalam novel Ranah 3 Warna]

*info terkait silahkan hubungi Sdri. Ira Bauty

Febi Mutia

Indonesian Parcipating Youth 2010

SSEAYP 2010

Read Full Post »

Program Kapal Pemuda Asia Tenggara atau yang lebih dikenal sebagai Ship for South-East Asia Youth Program (SSEAYP) merupakan program pertukaran pemuda yang pertama kali dirintis oleh negara-negara anggota ASEAN dengan Jepang di tahun 1974. Seiring berkembangnya keanggotaan ASEAN, maka di tahun 1997 keseluruhan negara anggota ASEAN telah bergabung di program ini. Program ini dikelola oleh negara-negara peserta program dan Jepang sebagai sponsor utama.

Di Indonesia, program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga. Secara umum, program ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (network) dan pemahaman antarbudaya yang saling menguntungkan (mutual understanding) di antara pemuda Asia Tenggara dan Jepang. Di samping itu, SSEAYP itu sendiri juga dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi pemuda serta memajukan kerjasama internasional melalui pelaksanaan berbagai kegiatan selama program.

Secara umum, kegiatan SSEAYP dibagi menjadi kegiatan di atas kapal (kegiatan selama kapal berlayar, dikenal dengan sebutan “On Board Activities”. Tahun 1974-2008 kapal yang digunakan adalah M.S. Nippon Maru, sejak tahun 2009 menggunakan kapal M.S. Fuji Maru) dan kegiatan di darat (saat kapal berlabuh, dikenal dengan sebutan “Country Program”. Negara tujuan kapal berlabuh berubah setiap tahunnya. Biasanya terdiri dari Jepang dan 5 negara ASEAN).

Kegiatan diatas kapal antara lain:
• Diskusi:
peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai tema diskusi yang paling diminiati. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menambah pengetahuan dengan saling berbagi informasi bersama peserta dari negara-negara lain

• Solidarity Group Activities:
Selama SSEAYP peserta akan dikelompokkan dalam sebuah tim (disebut Solidarity Group, atau lebih dikenal sebagai SG) yang beranggotakan peserta program dari negara-negara yang berbeda. Mereka akan melaksanakan serangkaian kegiatan selama program berlangsung. Melalui kegiatan kelompok semacam ini peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan antarbudaya dan jalinan persahabatan yang lebih erat dengan pemuda dari negara lain

• Club Activities:
Dalam kegiatan ini, perwakilan dari masing-masing negara peserta diberikan kesempatan untuk dapat saling berbagi pengetahuan kebudayaan (cultural knowledge) mereka dengan mengajarkan dan mempertunjukkan kepada peserta dari negara-negara lain. Kegiatan ini akan menambah wawasan para peserta akan seni dan budaya negara lain.

Kegiatan ketika kapal berlabuh antara lain:
• Welcome Ceremony:
Upacara penyambutan resmi saat kapal berlabuh di negara tujuan. Penyambutan dilakukan oleh pemerintah dan panitia lokal.

• Courtesy Calls:
Merupakan kunjungan resmi ke berbagai institusi pemerintah. Umumnya peserta program ini akan berkunjung dan disambut secara resmi oleh kepala negara yang bersangkutan.

• Institutional Visits:
Dalam kegiatan ini peserta program akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing kelompok akan berkunjung ke berbagai institusi pemerintah maupun swasta serta beberapa tempat menarik lainnya (misalnya: studio televisi atau institusi media, universitas setempat serta sejumlah obyek wisata).

• Interaction with Local Youth:
Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dengan pemuda setempat di negara yang disinggahi dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain forum diskusi serta berbagai keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan setempat lainnya.

• Homestay:
Dalam kegiatan ini peserta akan tinggal bersama keluarga lokal di negara yang disinggahi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada peserta program untuk dapat merasakan kehidupan sebagaimana layaknya masyarakat setempat. Peserta akan diposisikan sebagai anggota keluarga di mana mereka akan ikut serta melaksanakan ritual harian sekaligus menjalankan berbagai kebiasaan setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta mampu mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial lintas budaya yang lebih kuat sekaligus menanamkan nilai-nilai persahabatan dan perdamaian.

• Farewell dan Send-Off Ceremony:
Sebagai penutup kegiatan Country Program, peserta akan dilepas dalam sebuah upacara perpisahan sekaligus pelepasan untuk kembali berlanjut berlayar.

SSEAYP berlangsung bulan Oktober-Desember.

Kuota SSEAYP 2011 untuk provinsi Aceh : 1 putra (baca postingan Part 1)

Read Full Post »

Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau juga sering disebut sebagai Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan salah satu implementasi dari Memorandum of Understanding antara pemerintah Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk saling belajar pengalaman dari kedua negara khususnya dan dunia internasional umumnya.

Bentuk program ini adalah kegiatan bersama pemuda Indonesia dan Malaysia di Indonesia dan di Malaysia secara bergantian setiap tahunnya. Pada tahun 2007, sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada, Indonesia mengirimkan pemuda-pemudi pilihannya ke Malaysia. Program yang dilaksanakan antara lain Courtesy Call, Institutional Visits, Training of Trainers (TOT) dan Homestay.

IMYEP berlangsung sekitar bulan Juli, selama 2 pekan.

Kuota untuk Prov.Aceh : 1 putra (baca postingan part 1)

Read Full Post »

Di Indonesia, ICYEP lebih dikenal dengan sebutan Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK). Program ini berlangsung atas kerjasama pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan organisasi Canada World Youth (CWY).

Program berlangsung selama kurang lebih 6 bulan dengan dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase Kanada (3 bulan) dan fase Indonesia (3 bulan). Selama program, peserta akan tinggal di rumah keluarga angkat (host family) dan dipasangkan dengan seorang rekan pemuda dari Kanada. Beberapa kegiatan selama PPIK berlangsung antara lain kerja sosial (social works), pemberdayaan masyarakat setempat, dan kesempatan untuk belajar bekerja secara profesional melalui program Work Placement (penempatan kerja).

PPIK berlangsung sekitar bulan September-Februari.

Kuota PPIK 2011 untuk prov. Aceh: 1 putri (baca postingan Part 1)

Read Full Post »

AIYEP Australia-Indonesia Youth Exchange Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) pertama kali diadakan tahun 1981. Program ini merupakan gagasan dari Department of Foreign Affair and Trade (DFAT) Australia yang menunjuk Australia-Indonesia Institute (AII) untuk bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) Republik Indonesia dalam menyelenggarakan program pertukaran pemuda diantara kedua negara.

Program ini terdiri dari 4 fase, fase Australia selama 2 bulan dan di Indonesia selama 2 bulan. Di masing-masing negara dilaksanakan fase kota dan fase desa. Setiap tahunnya, lokasi AIYEP selalu berubah, berpindah dari satu negara bagian ke negara bagian lain, juga ketika di Indonesia lokasi setiap tahunnya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selama 2 bulan pertama, hanya peserta Indonesia saja yang akan menjalani program di Australia, dan 2 bulan terakhir peserta Australia akan bersama dengan peserta Indonesia menjalani program di Indonesia.
Jumlah peserta Indonesia adalah 18 orang dari 18 provinsi yang berbeda, terdiri dari 9 peserta Wanita dan 9 peserta pria, begitu pula dengan peserta Australia. total peserta adalah 36 orang.

Sejak tahun 2002, selama fase Australia, AIYEP dikoordinir oleh The Communication Network (TCN), sebuah konsultan yang bergerak di bidang projek bilateral dengan Indonesia.

Di Indonesia, AIYEP dikoordinir oleh Kemenpora yang menunjuk seorang Liaison officer yang pertama kali pada tahun 2010 yang menjadi perpanjangan tangan menpora dalam koordinasi selama program fase Indonesia berjalan. koordinasi program akan berada di lingkungan pemerintah nasional (Kemenpora) dan juga pemerintah lokal (Dispora provinsi, kota dan kabupaten).

Kegiatan peserta diantaranya adalah : Homestays di masing-masing fase, Workplacement, Culture performance, dan juga Community development projects.

AIYEP dilaksanakan sekitar bulan Oktober-Januari

Kuota AIYEP 2011 prov Aceh : 1 putra (baca posting Part#1)

Read Full Post »

Older Posts »