Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2011

PEMERINTAH ACEH MENYEDIAKAN BEASISWA PENUH UNTUK S2 DAN S3 TAHUN 2011.

  1. DAAD Jerman (20 beasiswa): Ekonomi, Teknik, Sains, dan Farmasi.
  2. Taiwan (50 beasiswa): Teknik, Sains, Farmasi, Pendidikan Guru MIPA, Pertanian, Arsitektur, Kesenian, dan Pendidikan Kejuruan.
  3. USA (20 beasiswa): Ekonomi, Keuangan, Teknik, Sains, Hukum Perdagangan Internasional, Hubungan Internasional, Geologi, Pertambangan dan Perminyakan.
  4. Thailand (25 beasiswa): Perikanan, Pertanian, Farmasi, Keperawatan, Kedokteran, Teknik, Sains, dan Pendidikan Kejuruan.
  5. India (25 beasiswa): Kedokteran, IT, Teknik, dan Sains.
  6. Malaysia (70 beasiswa): Ilmu Agama Islam, Ilmu Mawarist (Hakim Syari’ah), Tenaga Perencana Pembangunan Tahap III, Perikanan, dan Bimbingan Konseling.

SYARAT-SYARAT

  1.  Usia pelamar untuk program S2 dan S3: PNS (Dosen/Guru) max. 40 tahun dan PNS Lain max. 35 tahun.
  2.  Usia pelamar untuk Non-PNS max. 29 tahun.
  3.  Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk USA 3,00 dan negara lain 2,80 dengan skala 4,00.
  4.  Surat izin mengikuti tes beasiswa dari atasan tempat instansi bekerja (bagi PNS, CPNS  atau pegawai kontrak)
  5.  Surat izin dari suami/istri bagi yang  menikah.
  6.  Sehat Jasmani dibuktikan dengan Surat Keterangan dari dokter Pemerintah.
  7.  Fotokopi KTP atau Paspor (halaman depan saja).
  8.  Pasfoto 4 x 6 = 4 lembar dan 3 x 4 = 4 lembar.
  9.  Fotokopi Kartu Keluarga (format baru).
  10.  Formulir daftar riwayat hidup dan formulir pendaftaran (silahkan download kedua formulir tersebut di: http://beasiswanad.wordpress.com/
  11. Khusus untuk pelamar beasiswa ke Jerman (dibuka hanya untuk program Master) silakan download formulir aplikasi DAAD di:https://scholarship.daad.de/obdva/www_echt/www/index.html?lang=en&section=status

–   Melampirkan rincian Motivation Letter dalam Bahasa Inggris.

–   Surat Rekomendasi terbaru (dalam bahasa Inggris) dari dosen dan penasehat akademik atau staf riset senior yang relevan dengan aplikasi beasiswa.

–   Jurnal/publikasi jika ada.

–   Surat keterangan pernah mengikuti practical training/ stay abroad yang relevan dengan aplikasi beasiswa (jika ada).

–   Transkrip dan ijazah legalisir (dalam Bahasa Inggris).

–   Sertifikat Bahasa Jerman jika ada.

–   TOEFL ITP min. 527 /IELTS  min. 6.

–   Pendaftaran ditutup tanggal 7 Mei 2011, pukul 12.00 WIB.

–   Wawancara diadakan tanggal 23 – 24 Mei 2011 (tempat akan ditentukan kemudian)

12.     Syarat-syarat lain untuk Non Jerman :

–   USA TOEFL  ITP 540; TOEFL IBT 83; IELTS 6,5

–   Taiwan dan India TOEFL ITP 500

–   Malaysia dan Thailand TOEFL  ITP 470

13.   Transkrip dan ijazah legalisir.

14.   Semua dokumen (Hard copy dan Soft copy) dikirimkan ke alamat :

Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh

d/h Komisi Beasiswa Aceh

Kompleks SMK Negeri 3 Lama Lt. 2, Jl. H. Di Murthala No. 5 – Lampineung

Banda Aceh

Telp  0651-7551696

15.  Berkas permohonan menjadi hak milik LPSDM. LPSDM tidak mengadakan korespondensi atas semua dokumen yang telah diserahkan.

16.  Untuk pelamar ke negara selain Jerman pendaftaran ditutup Tanggal 21 Mei 2011 pukul 12.00 WIB.

DTO

Gubernur Aceh

Sumber: http://www.facebook.com/notes/saed-mahathir/pengumuman/198057023563989

 ·  · Share

Read Full Post »

Setelah siangnya panik-panik bergembira, pulang ke rumah dalam keadaan padam listrik. Entah ini memang jadwal pemadaman atau tidak, saya tidak tahu. Sore merambat senja. Lampu-lampu mulai menyala dan rumahku masih gulita. Kenapa lagi ini ya?

Padahal malam sebelumnya hujan deras dan rumah juga mati lampu. Genset ada, tapi udah diotak-atik oleh my dad tidak berfungsi juga. Sampai-sampai Pak Munar , tetanggapun turun tangan. Hitung-hitung kan beliau insinyur…

Sayangnya ya, malam ini none of my my dad and brother were at home. Pertama-tama, saya cek saklar meteran listrik. Cetekin ke kanan, lampu ga nyala. Cetekin ke kiri, sama saja. Ahh, di sisa-sisa batere hp yang sudah sekarat akhirnya saya telpon abang saya, minta tutorial menyalakan genset.

“Coba lihat tombol yang hitam, katanya

“Hitam yang mana? Ada banyak ni, kataku. Mama saya membantu mengarahkan sinar senter LED ke mesin genset.

Tangan kanan memegang hp, tangan kiri mencoba meneliti sejumlah tulisan dan tombol. Wah, asli ga ngerti coy! Padahal kemarin datang ahli listrik, saya sudah diajari cara menghidupkannya. Kelihatannya tutorial jarak jauh dengan abang saya tidak berhasil. Akhirnya, saya dan mama memutuskan untuk jalan-jalan malam. Hehe…

Tak disangka, satu kota Banda Aceh juga mati. Lampu penerangan jalan di Tgk.Daud Bereueh padam. Beberapa warkop terang seadanya. Lampriet padam, lapor seorang teman via sms. Ternyata mati lampu sekota ya? Berarti saya tidak perlu misuh-misuh sendiri dengan padamnya listrik di rumah.

Selesai jalan-jalan malam, lampunya nyala. HORE! Tapi itu di rumah tetangga sebelah. Hiks, rumah saya? Padam. Akhirnya karena keadaan yang mendesak (nasi habis, isi kulkas sudah mencair, batere hp sakratul maut) mama saya phone a friend lagi. Lagi-lagi Bu Dian (mudah-mudahan beliau tambah pahala, amiin). Di tengah suasana yang sendu, hujan gerimis, saya dan mama tunggu di teras luar. Menunggu utusan ahli listrik.

Syukurlah, dalam 30 menit datang 2 orang pria. Sambil mengecek saklar ini dan itu, ternyata ditemukan sumber masalahnya yaitu  4 saklar listrik yang saya tidak tahu fungsinya apa dan di garasi. Rahasianya, kondisi listrik nyala jika semua tombol itu mengarah ke atas. Jelas saja lampu padam karena ada 1 tombol yang mengarah ke bawah. Olala…sepele ya?

Solusinya Benar-benar tak kurang dari 2 menit. Kebayang dong si abang tukang listrik itu rumahnya di daerah Lhok Nga, malam-malam, keadaan hujan, susah payah ke Lampulo dan ternyata trouble listriknya cuma ecek-ecek? Mohon maaf dan terima kasih saya ucapkan. Semoga amal ibadah abang tukang listrik dibalas berlipat ganda oleh Allah.

Dengan ini, saya menyatakan: Saya (tidak) janji untuk tidak gaptek lagi 🙂

Read Full Post »

Rupa-rupa Pagi

Untuk yang tinggal di daerah kota besar dan ada slum areanya pasti sudah lazim dengan kehidupan di gang sempit, padat dan hanya bisa dilintasi sepeda motor. Kehidupan di daerah tersebut rata-rata kompleks, perbauran antara masyarakat asli maupun para karyawan atau mahasiswa pendatang yang butuh kost-kostan murah.

Bukan sekali-dua kali pula daerah seperti ini menjadi sasaran pencurian, pengemis, pengamen yang menghampiri rumah ke rumah hingga pemulung. Pagi itu, saya melihat sesuatu bingkai kehidupan yang lain.

Niat awalnya adalah membeli jus buah. Maka sembari menunggu pesanan, saya duduk di bangku panjang di luar warung itu. Ya namanya juga jalan gang, pasti rame ya…Tiba-tiba sesosok lelaki 40an tersuara keras.

“Jadi kafir itu ada dua ya neng. Kafir zhimi dan kafir…(saya lupa dan saya KAGET SEKALI!)

Makin lama dia semakin mendekat ke arah warung dan tetap dengan khutbahnya. Langkahnya sedikit terseok dan ditopang satu kayu penyangga. Fisiknya sehat dan lengkap.

“Maka kita harus selalu membantu yang kekurangan, bla..bla..

Dua pelajar tanggung yang juga duduk di warung mulai kasak-kusuk, tidak nyaman. Untungnya pesanan saya sudah selesai dan saya masuk ke warung. Takut kalo memdadak si Bapak itu tiba-tiba kalap dan bertindak agresif. Seremmm…

Pengemis di sela hari

Sambil membayar, saya pun bercakap-cakap dengan si Ibu penjual jus.

“Kehidupan makin sulit dan tingkah orangpun makin aneh-aneh saja ya mbak? Kasihan, padahal tadi orangnya ga cacat-cacat amat.

“Hmm, iya bu. Ada yang sehat namun memilih jadi pengemis, ada juga yang tetap usaha seperti keliling kampung bawa sapu atau tukang sol sepatu. Mereka berusaha dengan cara yang berbeda dan pasti tiap keringat merekapun akan berbeda nilainya, jawab saya.

Sepulang dari warung itu, banyak pikiran berkecamuk. Intinya kehidupan ekonomi yang sulit bisa mebuat orang-orang tak berdaya. Namun keimanan yang kering justru lebih berbahaya. Hidup harus kian peka dan pengendalian diri. Jangan berlebih-lebihan. Baiknya pas-pasan (pas butuh, pas ada 🙂 ). Habiskan makanan yang anda makan.

Pikirkan berapa banyak energi yang dimulai dari mulai menanam, mengolah dan menyajikannya di piring dan berakhir sia-sia. Padahal di saat yang sama, di belahan bumi lain banyak yang gizi buruk dan tidak bisa makan nasi.

Sayup-sayup, ocehan khutbah gratis tadi masih terdengar. Mungkin dia sudah di gang yang lain dan matahari kian tinggi…

Read Full Post »

Aslinya saya gaptek di dua urusan ini. Permesinan dan alat elektronik/listrik. (Sebenarnya saya gaptek juga untuk hal-hal yang lain :-D).  Bisanya cuma pakai dan kalaupun tiba-tiba ada trouble, sok-sok baca manual book dan ujung-ujungnya nyerah. Sampai saat ini pun, saya mengandalkan cara-cara praktis yaitu tinggal panggil abang saya jika printer ngadat atau bingung saat membuka tangki bensin mobil.

Tapi hari itu lain, karena dua lelaki di rumah alias bapak dan abang saya sedang di luar kota. Dan mama saya sama saja, 11-12 dalam hal kegaptekan ini.

Pagi di Banda Aceh cerah ceria alias panas. Saya biasanya jadi driver andalan, ngantar mama ke pasar, ke sekolah dll. Tiba di sebuah rumah sakit untuk suatu keperluan, sayapun duduk-duduk di lorong rumah sakit. Ngadem di dalam mobil di jam 11 siang bukan ide yang tepat ! Urusan mama saya pun kelar. Pas mau masuk mobil, kenapa ya remotenya tidak berfungsi. Saya tekan tombol unlocked, tak ada tanda-tanda lampu mobil hidup. Maka saya pun membuka manual dari pintu mobil. Tiba-tiba, alarm mobil dengan kencangnya berbunyi…Berisik sekali. Saya tutup pintu, suaranya masih tetap nyala. Panik…Terlebih di rumah sakit yang harusnya suasana sepi dan tidak berisik. Tiiiinnn..tiiiinnn..tiinnn. Orang-orangpun menoleh ke arah sumber suara dengan tanda tanya -mobil siapa sih itu, berisik sekali.

Seorang bapak berseragam tentara menghampiri mencoba mengutak-atik remote. Baru deh padam. Rupanya urusan belum selesai, karena pas pintu mobil dibuka..alarmnya bunyi lagi. Duuhh, kenapa ini? Si bapak bilang, mungkin habis batere. Dia menekan-nekan lagi remote, berakhirlah bunyinya.

“Kayanya ada kabel yang harus dipotong dulu, ” kata si bapak itu.

“Wah ga apa-apa Pak. Yang penting saya bisa masuk, ntar dibawa ke bengkel.

“Saya mau jemput anak dulu kalau begitu. Sebentar ya..

Jadilah saya dan ibu saya menunggu si Bapak Tentara itu. Semoga dia berbaik hati kembali. Hmm, i really dont have any idea about this. Daripada sok tahu, ntar malah bunyi lagi kan repot..Tunggu si Bapak saja deh.

Menit-menit berlalu. Beliau yang kami nantikan itu belum muncul. Mama saya sudah tidak tenang. Akhirnya, kami memutuskan untuk phone a friend alias menelpon Bu Dian, salah satu staf di kantor. Alhamdulillah, tak lama datang Bang Ilham, utusan Bu Dian yang menangani hal tersebut.

Saat diutak-atik, alarm berbunyi dengan santainya…Tiiinnnn..tiiinn..tiiinn..suaranya tidak merdu sama sekali. Saya pasrah saja. Bang Ilham kemudian dengan cekatan membuka kap mesin, menelusuri kabel-kabel dalamnya dan hup..menemukan sumber masalah. Soket diputuskan dan berakhirlah alarm bawel itu. Fuuiihh, lega. Bapak tentara itu sudah kembali dan saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan beliau membantu kami.

Any trouble? Think Fast

Saya diajari singkat isi dalam kap mobil dan tetap saja manggut-manggut ga ngerti. Aslinya saya pengen cepat-cepat pulang minum cendol dingin :-). Akhirnya, tukeran mobil dengan Bang Ilham. Innova yang alarmnya ngadat dibawa ke bengkel.

Tiga puluh menit berselang, innova sudah kembali ke rumah. Dari hasil pengecekan, ternyata batere remote baik-baik saja. Alarm berbunyi karena ada pintu mobil yang belum tertutup rapat yaitu pintu bagasi. Ohya, saya ingat. Kan tadi baru refil galon dan sepertinya pintu tidak tertutup rapat. Baiklah, saudara-saudari. Perlu diingat bahwa, jika alarm remote mobil berbunyi bisa jadi karena pintu mobil tidak tertutup rapat dan kita menekan tombol lock. Maka saat menekan unlock..mobil akan berbunyi. Fiiuuuhh, sepele ya?

Huhu, konyol sekali. Saya sadar sedikit-sedikit harus bisa solusi praktis dalam hal tersebut. Apalagi untuk benda-benda yang ada di sekitar rumah.

Malamnya saya menemui kegaptekan jilid 2 (#bersambung)

 

Read Full Post »