Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘girl's corner’ Category

Setelah siangnya panik-panik bergembira, pulang ke rumah dalam keadaan padam listrik. Entah ini memang jadwal pemadaman atau tidak, saya tidak tahu. Sore merambat senja. Lampu-lampu mulai menyala dan rumahku masih gulita. Kenapa lagi ini ya?

Padahal malam sebelumnya hujan deras dan rumah juga mati lampu. Genset ada, tapi udah diotak-atik oleh my dad tidak berfungsi juga. Sampai-sampai Pak Munar , tetanggapun turun tangan. Hitung-hitung kan beliau insinyur…

Sayangnya ya, malam ini none of my my dad and brother were at home. Pertama-tama, saya cek saklar meteran listrik. Cetekin ke kanan, lampu ga nyala. Cetekin ke kiri, sama saja. Ahh, di sisa-sisa batere hp yang sudah sekarat akhirnya saya telpon abang saya, minta tutorial menyalakan genset.

“Coba lihat tombol yang hitam, katanya

“Hitam yang mana? Ada banyak ni, kataku. Mama saya membantu mengarahkan sinar senter LED ke mesin genset.

Tangan kanan memegang hp, tangan kiri mencoba meneliti sejumlah tulisan dan tombol. Wah, asli ga ngerti coy! Padahal kemarin datang ahli listrik, saya sudah diajari cara menghidupkannya. Kelihatannya tutorial jarak jauh dengan abang saya tidak berhasil. Akhirnya, saya dan mama memutuskan untuk jalan-jalan malam. Hehe…

Tak disangka, satu kota Banda Aceh juga mati. Lampu penerangan jalan di Tgk.Daud Bereueh padam. Beberapa warkop terang seadanya. Lampriet padam, lapor seorang teman via sms. Ternyata mati lampu sekota ya? Berarti saya tidak perlu misuh-misuh sendiri dengan padamnya listrik di rumah.

Selesai jalan-jalan malam, lampunya nyala. HORE! Tapi itu di rumah tetangga sebelah. Hiks, rumah saya? Padam. Akhirnya karena keadaan yang mendesak (nasi habis, isi kulkas sudah mencair, batere hp sakratul maut) mama saya phone a friend lagi. Lagi-lagi Bu Dian (mudah-mudahan beliau tambah pahala, amiin). Di tengah suasana yang sendu, hujan gerimis, saya dan mama tunggu di teras luar. Menunggu utusan ahli listrik.

Syukurlah, dalam 30 menit datang 2 orang pria. Sambil mengecek saklar ini dan itu, ternyata ditemukan sumber masalahnya yaitu  4 saklar listrik yang saya tidak tahu fungsinya apa dan di garasi. Rahasianya, kondisi listrik nyala jika semua tombol itu mengarah ke atas. Jelas saja lampu padam karena ada 1 tombol yang mengarah ke bawah. Olala…sepele ya?

Solusinya Benar-benar tak kurang dari 2 menit. Kebayang dong si abang tukang listrik itu rumahnya di daerah Lhok Nga, malam-malam, keadaan hujan, susah payah ke Lampulo dan ternyata trouble listriknya cuma ecek-ecek? Mohon maaf dan terima kasih saya ucapkan. Semoga amal ibadah abang tukang listrik dibalas berlipat ganda oleh Allah.

Dengan ini, saya menyatakan: Saya (tidak) janji untuk tidak gaptek lagi 🙂

Read Full Post »

Aslinya saya gaptek di dua urusan ini. Permesinan dan alat elektronik/listrik. (Sebenarnya saya gaptek juga untuk hal-hal yang lain :-D).  Bisanya cuma pakai dan kalaupun tiba-tiba ada trouble, sok-sok baca manual book dan ujung-ujungnya nyerah. Sampai saat ini pun, saya mengandalkan cara-cara praktis yaitu tinggal panggil abang saya jika printer ngadat atau bingung saat membuka tangki bensin mobil.

Tapi hari itu lain, karena dua lelaki di rumah alias bapak dan abang saya sedang di luar kota. Dan mama saya sama saja, 11-12 dalam hal kegaptekan ini.

Pagi di Banda Aceh cerah ceria alias panas. Saya biasanya jadi driver andalan, ngantar mama ke pasar, ke sekolah dll. Tiba di sebuah rumah sakit untuk suatu keperluan, sayapun duduk-duduk di lorong rumah sakit. Ngadem di dalam mobil di jam 11 siang bukan ide yang tepat ! Urusan mama saya pun kelar. Pas mau masuk mobil, kenapa ya remotenya tidak berfungsi. Saya tekan tombol unlocked, tak ada tanda-tanda lampu mobil hidup. Maka saya pun membuka manual dari pintu mobil. Tiba-tiba, alarm mobil dengan kencangnya berbunyi…Berisik sekali. Saya tutup pintu, suaranya masih tetap nyala. Panik…Terlebih di rumah sakit yang harusnya suasana sepi dan tidak berisik. Tiiiinnn..tiiiinnn..tiinnn. Orang-orangpun menoleh ke arah sumber suara dengan tanda tanya -mobil siapa sih itu, berisik sekali.

Seorang bapak berseragam tentara menghampiri mencoba mengutak-atik remote. Baru deh padam. Rupanya urusan belum selesai, karena pas pintu mobil dibuka..alarmnya bunyi lagi. Duuhh, kenapa ini? Si bapak bilang, mungkin habis batere. Dia menekan-nekan lagi remote, berakhirlah bunyinya.

“Kayanya ada kabel yang harus dipotong dulu, ” kata si bapak itu.

“Wah ga apa-apa Pak. Yang penting saya bisa masuk, ntar dibawa ke bengkel.

“Saya mau jemput anak dulu kalau begitu. Sebentar ya..

Jadilah saya dan ibu saya menunggu si Bapak Tentara itu. Semoga dia berbaik hati kembali. Hmm, i really dont have any idea about this. Daripada sok tahu, ntar malah bunyi lagi kan repot..Tunggu si Bapak saja deh.

Menit-menit berlalu. Beliau yang kami nantikan itu belum muncul. Mama saya sudah tidak tenang. Akhirnya, kami memutuskan untuk phone a friend alias menelpon Bu Dian, salah satu staf di kantor. Alhamdulillah, tak lama datang Bang Ilham, utusan Bu Dian yang menangani hal tersebut.

Saat diutak-atik, alarm berbunyi dengan santainya…Tiiinnnn..tiiinn..tiiinn..suaranya tidak merdu sama sekali. Saya pasrah saja. Bang Ilham kemudian dengan cekatan membuka kap mesin, menelusuri kabel-kabel dalamnya dan hup..menemukan sumber masalah. Soket diputuskan dan berakhirlah alarm bawel itu. Fuuiihh, lega. Bapak tentara itu sudah kembali dan saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan beliau membantu kami.

Any trouble? Think Fast

Saya diajari singkat isi dalam kap mobil dan tetap saja manggut-manggut ga ngerti. Aslinya saya pengen cepat-cepat pulang minum cendol dingin :-). Akhirnya, tukeran mobil dengan Bang Ilham. Innova yang alarmnya ngadat dibawa ke bengkel.

Tiga puluh menit berselang, innova sudah kembali ke rumah. Dari hasil pengecekan, ternyata batere remote baik-baik saja. Alarm berbunyi karena ada pintu mobil yang belum tertutup rapat yaitu pintu bagasi. Ohya, saya ingat. Kan tadi baru refil galon dan sepertinya pintu tidak tertutup rapat. Baiklah, saudara-saudari. Perlu diingat bahwa, jika alarm remote mobil berbunyi bisa jadi karena pintu mobil tidak tertutup rapat dan kita menekan tombol lock. Maka saat menekan unlock..mobil akan berbunyi. Fiiuuuhh, sepele ya?

Huhu, konyol sekali. Saya sadar sedikit-sedikit harus bisa solusi praktis dalam hal tersebut. Apalagi untuk benda-benda yang ada di sekitar rumah.

Malamnya saya menemui kegaptekan jilid 2 (#bersambung)

 

Read Full Post »

Tanggal 8 Maret diperingati dunia sebagai hari Perempuan Internasional. Hari yang menjadi momen kesempatan bagi semua umat manusia untuk memiliki rasa solidaritas terhadap perjuangan kaum perempuan di manca negara, yang sampai saát ini posisi kaum perempuan, baik di negara maju maupun di berbagai negara sedang berkembang masih menyentuh pada banyak persoalan ketidak-adilan dalam posisinya di kehidupan sosial-ekonomi, misalnya menghadapi kasus diskriminasi dan kekerasan kaum prempuan di sektor kerja. Juga, posisi perempuan banyak mengalami persoalan kekerasan dan pemerkosaan di kehidupan berkeluarga. Bahkan di banyak negara berkembang, kaum perempuan tetap
menghadapi kondisi kehidupan paling terberat karena faktor kemiskinan.

Saya sendiri baru tahu hal ini . Setelah googling, ternyata cukup banyak mendapatkan sumber informasi tentang sejarah, sepak terjang para aktivis perempuan dunia dan permasalahan global terkait perempuan. Sedikit berbagi pandangan. Enjoy!

Dan perempuan…kau mengalihkan perhatian dunia…

Sejarah

Banyak orang beranggapan bahwa pengakuan hari perempuan internasional ini asal-muasalnya dari pencerminan aksi massal kaum perempuan Amerika di tekstil/pakaian industri tanggal 8 Maret 1908 sehingga pada tiap tanggal tersebut juga dipakai oleh masyarakat di eropa sebagai acuan hari aksi bagi gerakan perempuan.

Clara Zetkin (1857 – 1933) pada tahun 1889 sebagai wakil perempuan sosialis – Berlin telah memulai memperjuangkan hak-hak pekerja perempuan dan pekerja anak-anak di pertemuan Kongres internasional ke II di Paris. Dalam Kongres tersebut, Clara Zetkin mengajukan persoalan pekerja perempuan dan pekerja anak-anak, untuk dimasukan dalam program perjuangan gerakan buruh. Dalam pertemuan kongres tersebut, Clara memasukkan program tuntutan, antara lain tentang pelarangan mempekerjakan anak-anak dibawah usia 14 tahun, membolehkan anak-anak bekerja max 6 jam per-hari pada antara usia 14-18 tahun, menuntut penghapusan dinas malam bagi pekerja perempuan dan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Ia juga menolak agenda tuntutan, yang di serukan kaum sosialiste lainnya, untuk penghapusan undang-undang pekerja perempuan, dengan alasan bahwa perempuan berhak menuntut persamaan hak dalam posisi sosial-ekonomi.

Singkat kata, perjuangan Clara Zetkin memperjuangkan kesamaan hak dan keadilan sosial kaum perempuan berbuah manis pada konferensi Internasional Perempuan Sosisialis di stuttgart pada tanggal 17 Agustus 1907 yaitu resolusi tuntutan hak memilih dan hak untuk dipilih bagi kaum perempuan dewasa.

Puncaknya, setahun kemudian, di kota New York pada tanggal 8 Maret 1908 ribuan pekerja perempuan dari tekstil/pakaian industri mengadakan demonstrasi dengan tuntutan menentang kerja seharian penuh, salary rendah dan kondisi kerja buruk.

Pada tahun 1911 untuk pertama kali peringatan Hari Perempuan Internasional mulai dilakukan di Jerman, Denmark, Zwiserland dan di Amerika dengan melakukan demonstrasi massal kaum pekerja perempuan. Sejak saat itu tradisi kebangkitan kaum perempuan semakin marak di daratan Eropa dalam perjuangannya melaui protes aksi atau demonstrasi massal. Sejarah pergerakan Perempuan se Dunia ini, pada akhirnya mendapat pengakuan dari PBB pada tahun 1978.

Tantangan Abad 21

Dalam Konferensi Dunia IV mengenai Perempuan dan Pembangunan di Beijing tahun 1995, pemerintah negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Indonesia, berjanji memajukan kesetaraan, pembangunan, dan perdamaian bagi perempuan di mana pun.

Itulah hal paling dasar dari pemenuhan hak asasi manusia seperti tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.Kesetaraan bagi perempuan dan anak perempuan mencakup kepentingan ekonomi dan sosial. Selama mereka belum terbebaskan dari kemiskinan dan ketidakadilan dalam arti luas, maka perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan tetap terancam.

Itu pula sebabnya, tujuan ketiga Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs), yakni mencapai kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, merupakan isu sentral dari semua tujuan MDGs. Artinya, semua tujuan MDGs tak akan tercapai tanpa memperhitungkan faktor kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan.

Deklarasi Beijing telah memberi panduan bagi pembuatan kebijakan publik, selain pesan yang jelas bahwa kesetaraan dan kesempatan bagi perempuan dan anak perempuan tak terpisahkan dari hak-hak asasi manusia.

Meski demikian, masih banyak yang harus dilakukan. Begitu diingatkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon menyongsong Hari Perempuan Internasional (8/3/2010), bertema ”Kesetaraan hak, kesetaraan kesempatan: Kemajuan bagi semua”.

Ia mengingatkan, angka kematian ibu melahirkan di dunia masih sangat tinggi. Itu artinya, akses pada pelayanan kesehatan reproduksi baru dinikmati segelintir perempuan dan kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan seksual, tetap bersifat endemik.

Selain itu, diskriminasi dan stereotyping terus berlangsung di semua kebudayaan dan komunitas. Perkawinan paksa, praktik honor killing (pembunuhan terhadap perempuan dan anak perempuan atas nama ”kehormatan” keluarga), kekejian seksual, dan meningkatnya kegiatan kriminal perdagangan perempuan dan anak perempuan.

Dari perspektif apa pun, perempuan dan anak perempuan harus menanggung beban terberat keluarga, komunitas, dan masyarakatnya.

the power of women, perempuan cerdas, berdaya dan bahagia!

What Next?

Life goes through dan perempuan juga ada di sana. Semua manusia bergulat dengan zaman dan perempuan termasuk di dalamnya. Zaman yang semakin kompetitif, cepat dan dinamis menuntut manusia berubah (adaptif) dan terus meningkatkan kekuatan diri.

“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.” (QS. An-Nisa: 9).

Tentu saja lemah yang dimaksud di sini bukan hanya lemah secara ekonomi saja, melainkan juga lemah secara spiritual (ruhiyah), sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al-Qusyairi. Artinya, jangan sampai orangtua meninggalkan generasi yang lemah agamanya sehingga alih-alih menjadi penerus bagi generasi sebelumnya, justru menjadi generasi yang merusak warisan para pendahulunya.

Para perempuan hendaklah mengambil peran perubahan peradaban dengan cara meningkatkan kepahaman dengan ILMU. Ilmu apapun selama itu mengantarkan pada jalan kebaikan. Sebaik-baik ilmu ditegaskan sebagai ilmu yang mengalir dalam siklus belajar dan mengajarkan (tataran AMAL). Wilayah cakupan ilmunya pun sangat beragam, mulai dari Ilmu agama, ilmu kontemporer, ilmu sejarah dan sebagainya.

What a wonderful concept of Islam, bahwa muslim/muslimah diberi peluang yang sama untuk berbuat baik dan diganjar oleh Allah sesuai dengan amalannya masing-masing. Maka yang tercipta adalah nuansa kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Ayo perempuan Indonesia, jangan mau ketinggalan! Muslimah, keep striving on kindness! Karena syurgaNya tidak menunggu, tapi harus diburu..:) (Febi Mutia)

-mengambil spirit Training the Power of Woman, perempuan Cerdas, Berdaya dan Bahagia-

Bandung, 08032010

Referensi:lbh-apik, prakarsa-rakyat, apadong

Laki-laki dan perempuan: bekerja sama dalam kebaikan dan takwa

Read Full Post »

Gara-gara baru beli sebuah majalah edisi khusus craft,
diriku jadi senang dengan serba-serbi craft, terutama yang rajut, renda dan sulam pita.

Waktu kecil sih ingat banget, both of my grandmom bisa ngerajut.
dari bahan benang sampai tali rafia dijadikan bunga…Bahkan sepatu bayipun dirajut ama nenekku untuk adik sepupuku.

rajut-merajut

Luar biasa..apalagi perkembangan rajut makin dahsyat aja.
Pas lagi searching buku-buku rajut di google, eh ternyata dulu pas SD pernah belajar yang beginian juga. Macam-macam tusuk, kaya tusuk tikam jejak, tusuk rantai, de el el.
Produknya jadi tambah chic dengan sentuhan sulam pita…
huhu..pengen punya dan pengen bisa…T_T

Gak tau, kalo ngelihat orang yang bisa ngerajut, apalagi perempuan..
serasa dia benar-benar perempuan sejati. Hhehe..lebay…Ya, mengapa seperti itu?
Karena untuk merajut, merenda dan sebagainya itu butuh kesabaran dan ketekunan tingkat tinggi.
Hanya perempuan yang penuh cinta bisa membuat “karya lebih”…karya yang dengan cita rasa cinta…

dan…bisa merajut, one of my life plan

Bandung, 19122008

Read Full Post »

Salah satu fitnah dunia buat perempuan adalah harta (sepakatkan jeng?). hehe…tidak dapat dipungkiri, potensi untuk belanja, selera memanjakan mata dengan barang yang beraneka rupa telah dititiskan pada makhluk yang disebut perempuan.

Kadarnya pun dari low sampai high…dari yang cuma demen belanja di SERBU “serba lima ribu”, mengubek-ubek pasar jumat, gasibu atau cimol, naik tingkat sedikit…suka hunting barang lucu di mall bahkan sampai ada yang rela terbang ke Singapur, Hongkong, dll dan mencitrakan diri sebagai sophaholic …ckckkk…

Pasar menawarkan barang-barang dengan berbagai item kebutuhan dan itu semua menjejali kehidupan kita. Mulai dari yang primer seperti makanan pokok, pakaian, dan segala turunannya sampai ke benda-benda pelengkap kebutuhan hidup. Tiap orang punya subjektivitas tersendiri dalam menentukan “what should be put in her shopping list”.

Namun, notes kali ini saya akan mengajak kalian untuk share tentang perilaku bijak –terkait women’s financial.

Apapun barangnya ya jeng..semua kudu dibayar pakai uang asli (bukan daun). Selera sih boleh selangit tapi uangnya juga dong…Maksudnya ingat-ingat lagi pepatah yang diajarkan pas SD…jangan besar pasak daripada tiang! Maksud hati sih ingin membeli barang-barang cosmo (terutama yang berafiliasi ke beauty care, life style) namun dengan cara ngutang, atau “terlanjur” emotional shopping” alias sebenarnya barang tersebut ga butuh-butuh amat…Mungkin kamu punya common error juga dalam belanja?

common error dalam belanja dapat menyebakan kepusingan seperti gambar ini 🙂

Ok tante, calm…Saya punya satu tips. Semoga ini bisa jadi obat dari segala penyakit “gila belanja”

Hidup sesuai kemampuan. Agar benar-benar hidup merdeka, hiduplah sesuai kemampuan.

Jika selalu dililit hutang, entah kepada orang lain atau kartu kredit, pasti kita-kita tak akan pernah menikmati hidup seutuhnya. Atur keuanganmu agar dapat menjalani hidup tanpa batas dengan menabung untuk hal-hal yang kamu inginkan, dan berbelanja sesuai rencana.

Ok…hidup sesuai kemampuan. Trus, kalau memang mampu belanja “lebih” dan budget mendukung, boleh dong?

Boleh! Asal pakemnya satu aja…tidak berlebih-lebihan. Kalau bisa belanja cerdas dengan harga 100 ribu misalnya, mengapa harus boros dengan 500 ribu? Kalau kerudung, tas dan sepatu sudah ada varian warna coklat maka mengapa beli warna yang sama lagi?

Trus…bagaimana cara untuk tahu bahwa saya berlebih-lebihan/tidak dalam belanja?

Wow..eta mah gampil, neng. Coba teliti lagi kebiasaan belanja kamu. Apakah sudah menerapkan pola-pola “a smart buyers”? Boros atau tidaknya tercermin dari proposionalnya barang-barang yang kamu beli untuk memenuhi 3 aspek kebutuhan manusia. Yaitu : jasadiyah (kebutuhan fisik), fikriyah (kebutuhan intelektual), dan ruhiyah (kebutuhan spiriutual).

Satu catatan penting buat para perempuan, pasar (industry secara global) memang menyasar perempuan dengan barang-barang yang ujung-ujungnya mengarah pada belanja sebanyak-banyaknya (konsumerisme) dan menyuburkan gaya hidup hedonisme. Visualisasi iklan yang memukau bahwa perempuan cantik itu adalah langsing, tinggi >160 cm, kulit putih, rambut lurus panjang dan sehingga perlu mengkonsumsi produk x, y, z adalah setting untuk mencapai tujuan tersebut. Apalagi diperparah dengan sifat perempuan yang senang dipuji…hehe

Well sisters…singkat cerita…saya ingin mengajak kita semua untuk menjadi a smart buyers. Yang membeli barang karena kebutuhan (bukan keinginan semata), lebih mengedepankan kualitas barang, mencari harga yang sesuai dan ditempuh dengan halal dan thayyib (baik dari substansi barang, sumber pembelian dan perilaku pemakaiannya).

Buat catatan akhir, kita perlu ingat bahwa dibutuhkan suatu mekanisme produksi yang sangat panjang untuk menghasilkan satu barang/produk. Dan akan sangat sia-sia jika akhirnya barang itu hanya menyenangkan mata kita di awal namun akhirnya harus berakhir di pojok kamar, di tong sampah atau dalam kotak donasi barang bekas kita…gara-gara “ehmm..kayanya aku salah beli deh…”

Go Galz! Bijak Belanja, kita bangeeeeeeeeeet!

I'm a smart buyers. How about you?

Yes, I’m a smart buyers!

Read Full Post »