Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘bekam’

Saya sudah mendengar praktek pengobatan thabibun nabiy bekam atau hijamah ini sejak kuliah tingkat 3. Saat itu ada senior mahasiswa Aceh yang melakukannya dan dari penuturannyalah saya tahu bahwa bekam itu mengeluarkan darah kotor.

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim).

Akhirnya karena alasan ingin membuat sejarah dalam hidup dan mengalahkan ketakutan dalam diri, ba’da jumatan bulan Juni 2011 saya memberanikan diri ke kinik bekam dan ruqyah terpercaya di daerah Ciputat. Dari awal masuk, sudah tercium seperti aroma minyak gosok…hmm..cukup menyengat baunya.  Setelah mendaftar, saya menunggu untuk didiagnosa.

Tampaknya tak banyak antrian hari ini. sampai tiba-tiba…

Braakkk..seorang perempuan keluar dari ruang pemeriksaan dengan pandangan liar. Ia malah berlari ke arah jalan raya. Seorang lelaki dan anak kecil turut mengejarnya. Saya duga ini adalah suami dan anaknya. Anak kecil itu mulai menangis dan mengejar ibunya, sedangkan perempuan itu mengoceh asal. Perasaan saya mulai tidak enak.

Saya pura-pura sibuk baca koran. Di ruang tunggu juga ada beberapa terapis ikhwan yang menunggu, hendak mengamankan sang pasien. Tak jelas, suaminya tiba-tiba meninggalkan klinik itu. Saya lihat si perempuan itu kira-kira usia 30 tahunan dan anaknya yang 6 tahunan itu bertubuh kurus, penuh ingus dan luka di kakinya. Mulai deh saya berhipotesa bahwa keluarga mereka sedang dilanda konflik (kondisi kejiwaan ibunya yang labil) hingga menyebabkan anaknya tidak terurus. namun karena mereka semua di luar gedung,  suasana yang tegang lama-lama berangsur hilang.

Tak lama saya muai kebat-kebit. Perempuan yang masih kerasukan jin itu masuk ke lobi klinik dan duduk berjarak 1 meter dari saya. Alamak, gimana kalau dia tiba-tiba bringas? mencekik saya? marah-marah ga jelas? Jujur saya takut. Perempuan itu duduk seenaknya bahkan sampai tidur-tiduran segala. Saya konsen dengan terus berzikir dalam hati. Kalau saya takut, berarti saya kalah dong ama jin jahat itu!

“Apaan itu baca-baca segala..Makanya baca yang bener..Baca tu sejarah..Baacaaaaa!!

Ia berteriak kencang sambil mengacungkan jari ke arah televisi. Anaknya kembali menangis dan beringsut ke dekatnya.

Astagfirullah..Ya Allah, lindungilah hamba-Mu ini, doaku. Perempuan itu kumat lagi ni. Para terapis pura-pura cuek, saya pun demikian. Walaupun mulai keluar keringat jagung. Coba kalian di posisi saya, pasti harap-harap cemas juga kan? 😀

Hingga akhirnya 5 menit kemudian suaminya kembali dan mereka diarahkan kembali ke ruang pemeriksaan. Hufff…alhamdulillah.

Tibalah giliran saya didiagnosa. Terapis menanyakan keluhan saya. Sebenarnya saya tidak punya riwayat penyakit tertentu, cuma penasaran saja dengan yang namanya bekam. Akhirnya saya menuturkan kadang-kadang suka pegel di tengah telapak kaki jika sudah kebanyakan berdiri atau jalan. Eh, ustadnya sempat menanyakan mau diruqyah sekalian. Saya cuma nyengir, menolak halus dengan alasan tak punya cukup waktu. Padahal masih takut dengan peristiwa tadi 🙂

Setelah proses pembayaran (Rp. 70rb), saya menunggu untuk dipanggil. Sebagai informasi, bekam pasti dilakukan oleh terapis yang berpengalaman dan tersedia ruang bagi pasien laki dan perempuan. Layanannya juga dilakukan dengan alat yang steril (jarum baru) dan terapis dengan gender yang sama sesuai pasien.

Nah, the show start! Mulai deh prosesi bekam dimulai. Ada pengolesan minyak, lalu permukaan kulit ditembak semacam tabung untuk memvakumkan udara, lalu dicetek-cetek dengan pulpen yang berjarum. Tidak sakit, mungkin karena saya sangking amazednya melihat dari permukaan kaki saya mulai mengeluarkan titik darah. Prosesnya lebih kurang 20-30 menit. Ada bagian yang mengucurkan darah dengan deras (seperti di bagian dekat tumit), namun ada pula yang hanya beberapa tetes.  sepertinya tergantung jumlah darah kotor yang berkumpul di pembuluh tersebut.

Sumber Foto: eliman-international.com

Akhirnya, proses bekam saya selesai juga. Alhamdulillah, rasanya lebih baik. Setelah diperhatikan, tabung-tabung bekam memang meninggalkan bekas di kulit seperti lingkaran yang memerah. Ditambah lagi dengan bekas jarum-jarumnya. Tapi setelah 3 hari, bekas tersebut hilang dengan sendirinya.

Begitulah #CeritaPertama saya dibekam. nantikan #CeritaPertama edisi selanjutnya. Salam!

Read Full Post »