Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘belanja’

Salah satu fitnah dunia buat perempuan adalah harta (sepakatkan jeng?). hehe…tidak dapat dipungkiri, potensi untuk belanja, selera memanjakan mata dengan barang yang beraneka rupa telah dititiskan pada makhluk yang disebut perempuan.

Kadarnya pun dari low sampai high…dari yang cuma demen belanja di SERBU “serba lima ribu”, mengubek-ubek pasar jumat, gasibu atau cimol, naik tingkat sedikit…suka hunting barang lucu di mall bahkan sampai ada yang rela terbang ke Singapur, Hongkong, dll dan mencitrakan diri sebagai sophaholic …ckckkk…

Pasar menawarkan barang-barang dengan berbagai item kebutuhan dan itu semua menjejali kehidupan kita. Mulai dari yang primer seperti makanan pokok, pakaian, dan segala turunannya sampai ke benda-benda pelengkap kebutuhan hidup. Tiap orang punya subjektivitas tersendiri dalam menentukan “what should be put in her shopping list”.

Namun, notes kali ini saya akan mengajak kalian untuk share tentang perilaku bijak –terkait women’s financial.

Apapun barangnya ya jeng..semua kudu dibayar pakai uang asli (bukan daun). Selera sih boleh selangit tapi uangnya juga dong…Maksudnya ingat-ingat lagi pepatah yang diajarkan pas SD…jangan besar pasak daripada tiang! Maksud hati sih ingin membeli barang-barang cosmo (terutama yang berafiliasi ke beauty care, life style) namun dengan cara ngutang, atau “terlanjur” emotional shopping” alias sebenarnya barang tersebut ga butuh-butuh amat…Mungkin kamu punya common error juga dalam belanja?

common error dalam belanja dapat menyebakan kepusingan seperti gambar ini 🙂

Ok tante, calm…Saya punya satu tips. Semoga ini bisa jadi obat dari segala penyakit “gila belanja”

Hidup sesuai kemampuan. Agar benar-benar hidup merdeka, hiduplah sesuai kemampuan.

Jika selalu dililit hutang, entah kepada orang lain atau kartu kredit, pasti kita-kita tak akan pernah menikmati hidup seutuhnya. Atur keuanganmu agar dapat menjalani hidup tanpa batas dengan menabung untuk hal-hal yang kamu inginkan, dan berbelanja sesuai rencana.

Ok…hidup sesuai kemampuan. Trus, kalau memang mampu belanja “lebih” dan budget mendukung, boleh dong?

Boleh! Asal pakemnya satu aja…tidak berlebih-lebihan. Kalau bisa belanja cerdas dengan harga 100 ribu misalnya, mengapa harus boros dengan 500 ribu? Kalau kerudung, tas dan sepatu sudah ada varian warna coklat maka mengapa beli warna yang sama lagi?

Trus…bagaimana cara untuk tahu bahwa saya berlebih-lebihan/tidak dalam belanja?

Wow..eta mah gampil, neng. Coba teliti lagi kebiasaan belanja kamu. Apakah sudah menerapkan pola-pola “a smart buyers”? Boros atau tidaknya tercermin dari proposionalnya barang-barang yang kamu beli untuk memenuhi 3 aspek kebutuhan manusia. Yaitu : jasadiyah (kebutuhan fisik), fikriyah (kebutuhan intelektual), dan ruhiyah (kebutuhan spiriutual).

Satu catatan penting buat para perempuan, pasar (industry secara global) memang menyasar perempuan dengan barang-barang yang ujung-ujungnya mengarah pada belanja sebanyak-banyaknya (konsumerisme) dan menyuburkan gaya hidup hedonisme. Visualisasi iklan yang memukau bahwa perempuan cantik itu adalah langsing, tinggi >160 cm, kulit putih, rambut lurus panjang dan sehingga perlu mengkonsumsi produk x, y, z adalah setting untuk mencapai tujuan tersebut. Apalagi diperparah dengan sifat perempuan yang senang dipuji…hehe

Well sisters…singkat cerita…saya ingin mengajak kita semua untuk menjadi a smart buyers. Yang membeli barang karena kebutuhan (bukan keinginan semata), lebih mengedepankan kualitas barang, mencari harga yang sesuai dan ditempuh dengan halal dan thayyib (baik dari substansi barang, sumber pembelian dan perilaku pemakaiannya).

Buat catatan akhir, kita perlu ingat bahwa dibutuhkan suatu mekanisme produksi yang sangat panjang untuk menghasilkan satu barang/produk. Dan akan sangat sia-sia jika akhirnya barang itu hanya menyenangkan mata kita di awal namun akhirnya harus berakhir di pojok kamar, di tong sampah atau dalam kotak donasi barang bekas kita…gara-gara “ehmm..kayanya aku salah beli deh…”

Go Galz! Bijak Belanja, kita bangeeeeeeeeeet!

I'm a smart buyers. How about you?

Yes, I’m a smart buyers!

Read Full Post »