Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘dedikasi’

Pernah jalan di trotoar jalan Cikutra? pernah memperhatikan kalau di sela paving blocknya bebas dari rumput? Bisa jadi ini adalah jasa seorang lelaki yang saya temui siang tadi.

17 Agustus 2009

13.45 WIB dengan angkot caheum ciroyom saya turun di perempatan Itenas.
Misinya satu. Melayat ke rumah duka teman, Kak Angga. Siang itu cukup terik, sesekali ditambah hembusan angin segar.

Karena belum tahu alamatnya di bojong wetan, saya putuskan jalan sampai Taman Makam Pahlawan.
Tahukan kalo jalan cikutra jarang pohon (kecuali di tepinya)? Maka enggan rasanya jika jalan di trotoar tengah. Saya jalan santai, ingin menikmati suasana. Menikmati suasana merah putih di sepanjang jalan termasuk menikmati lalu lintasnya yang agak sepi.

100 meter dari Taman Makam, saya menyebrang menuju cikutra barat. Sampai akhirnya mata saya memandang satu sepeda yang diparkir dekat trotoar jalan.

sepeda unik
Sepeda ontel dengan bendera merah putih dan triplek bertulis di sisi belakangnya. Unik! Dan ternyata sepeda unik itu saya duga adalah milik seorang bapak tua berseragam kuning yang sedang bekerja di sisi trotoar seberang.

Wah, petugas kebersihan ini rajin sekali, pikirku.
“Hari libur tetap dinas saja”

Saya dan pak petugas itu sempat bertatapan. saya menyebrang dan meneruskan perjalanan.

Entah kenapa pikiran saya tetap ke sepeda tadi. Saya stop berjalan, merogoh ransel dan mengaduk-aduk isinya. Yup, ketemu…Dan saya berbalik arah. Kamera digital mencoba memotret dari jauh..tapi apa daya, si sepeda unik tadi masih terlihat kecil walau zoomnya sudah maksimal.

Melangkah, mendekat…zoom, dan klik…Yes, kali ini capturenya lebih baik. Tulisan di tripleknya terbaca.

yang setia menemani berkelana
“Neng… orangnya ga sekalian dipoto?

Eits, si bapak itu menyadari bahwa sepeda kesayangannya telah memikat saya. Wew..Udah tertangkap basah ni, kudu tanggung jawab..hehe…akhirnya saya menghampiri si bapak.

“Maaf pak, tadi saya potret sepeda bapak…”, sambil senyum manis plus tampang innocent..hehe

“Memangnya Neng belum pernah lihat sebelumnya?

“Belum Pak. Saya potret aja karena unik…”

“Hoho…padahal saya sudah bisa kemana-mana dengan sepeda itu. Di Kick An*y, TV *ne, lain-lain. Udah berapa lama di Bandung?

“Lima tahun, Pak”

Dan akhirnya percakapan pun mengalir…

Ternyata beliau adalah Pak Sariban. Seseorang yang berusia 66 tahun ini mendedikasikan dirinya sebagai relawan kebersihan. Tidak muluk-muluk, beliau hanya ingin Bandung bersih. Saban hari dengan sepeda ontel, peralatan bersih-bersihnya (sapu lidi gagang panjang, serokan dari kaleng, linggis) Pak Sariban akan datang ke tempat yang ia ingin bersihkan. Sekalipun perawakan kecilnya, tangannya kokoh mengarit rumput nakal di sela paving blok trotoar umum. Style uniform kuning dan bercaping dikenakannya dengan bangga. Tak ketinggalan badge nama di sisi kanan : SARIBAN.

“Bapak sudah melakukan ini selama 24 tahun neng. Meski tanpa dibayar, Bapak ikhlas. Rejeki mah udah ada yang ngatur”.

Deg…Apa? 24 tahun pak? Dan tanpa dibayar pula? (dalam hati)
Wah, saya sedang bertemu orang yang tidak biasa ni, pikir saya.

“Yang penting kita bekerja sebaik-baiknya, Neng. Hidup jadi ringan, karena yakin dengan kekuasaan Allah. Allah melihat terus kan? (ziiiiingggg…satu point yang kena banget).

Obrolan pun berlanjut seputar kuliah dan jurusan saya, daerah asal saya dan hingga satu pertanyaan yang agak membuat saya agak-agak gimana gitu…

“Kan sudah selesai tu kuliahnya, cita-cita Neng apa?
“saya jadi malu dengan bapak. Bapak masih tetap semangat bekerja dan berusaha menebar manfaat buat sekeliling”
(pak, cita-cita saya adalah xxx, yyy, zzz…dan yang buat saya agak dezig jebleb-jebleb .. cita-cita saya garis edarnya masih menyangkut pribadi..T-T)

“Ya, Bapak doakan supaya cepat bekerja dulu, terus bisa naik haji” (amin ya Rabb)

Hebat euy, Pak Sariban sudah berkesempatan naik haji lho dengan dedikasinya itu..Alhamdulillah..

Singkat kata singkat cerita… setelah jepret-jepret lagi beberapa tambahan tentang pak Sariban, saya pamit. Melanjutkan misi yang tertunda.

Jam 15.15 misi takziah saya selesai dan saya pun berjalan lagi hingga ke perempatan cikutra. Dan di ujung jalan seberang, sosok Pak Sariban masih di sana. Sendiri, tegar, istiqamah. Padahal saya lihat sepanjang jalan cikutra itu banyak anak-anak muda tanggung nongkrong, bapak-bapak merokok melamun, doing nothing…T-T

trotoar ini jadi saksi
Setiba di kost, saya langsung googling pak Sariban. Subhanallah, banyak fakta baru yang saya dapatkan dan baru saya ketahui…

Banyak orang yang sudah menulis tentang beliau, namun yang bertemu beliau langsung siang tadi, mendapat nasehat, menuliskan ulang untuk kalian dan tergugah untuk mengadopsi semangat beliau..mungkin saya adalah orang beruntung itu…(dan kalian yang membaca notes ini)

Pak Sariban, mungkin engkaulah pahlawan itu…

Mungkin engkaulah citra dari merdeka..merdeka dari rasa malas dan enggan dalam berkarya, merdeka untuk melakukan hal yang mungkin orang anggap hina, merdeka menerima segala susah-senangnya hidup, merdeka dengan prinsip yang engkau anut…kerja ikhlas dan bermanfaat

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

(jangan menyerah- d massiv)

Pak Sariban
Bandung, 17082009

Read Full Post »