Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘musik oldies’

Siang-siang yang teduh ini, aku berangkat menunaikan sebuah misi. Yup, membayar tagihan telepon kos, karena bulan ini jatah diriku yang bertugas.

Tujuan ke sadang serang, berangkat dari kampus lewat dayang sumbi dan menyetop angkot warna biru muda…(pada tahu semuakan?)

Angkotnya santai, tidak terlalu penuh, harinya adem ayem…suasana hati juga bersahabat. Di depan toko brownis, angkot berhenti..mogok? bukanlah..tapi ngantri lampu merah..

jalan Dago

dan bagai melihat gula nganggur, maka semutpun datang…itulah para pengamen dan penjual asongan..
Seorang laki-laki 30-an datang…
pengamenkah? soalnya doi ga bawa properti musik apapun…

dalam hati awak bergumam, apa dia bakal ngamen kosong?

sesaat kemudian..mengalun lah lagu instrumen “sepanjang jalan kenangan”

yang liriknya begini lho…

Sepanjang Jalan Kenangan
Artist: Tetty Kadi

Sengaja aku datang ke kotamu
Lama nian tidak bertemu
Ingin diriku mengulang kembali
Berjalan jalan bagai tahun lalu

Walau diriku kini tlah berdua
Dirimupun tiada berbeda
Namun kenangan spanjang jalan itu
Tak mungkin lepas dari ingatanku

Sepanjang jalan kenangan
Kita slalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan
Kau peluk diriku mesra
Hujan yang rintik rintik
Di awal bulan itu
Menambah nikmatnya malam syahdu

wow…saya terharu…suasananya pas banget…hujan rintik-rintik…

dan karena saya senang dengan performancenya, beberapa keping logam berpindah ke wadah aqua gelasnya.

dan anda tahu sodara-sodara??

alat musiknya adalah SISIR plastik 10 cm warna pink yang dilapisi plastik dan menyamai harmonika…!!!

it’s amazing..

musisi jalanan yang kreatif..

dan jadilah saya..”sepanjang jalan kenangan” di Simpang Dago.

Bandung, 11122008

Read Full Post »

Sudah menjadi agenda bagi saya jika malam hari jam 9 keatas adalah mendengar radio. karena jam segitu lagu-lagu yang diputar adalah lagu-lagu slow dan kebanyakan oldies (genre musik fav saya setelah jadi mahasiswa). Mendengar radio jauh lebih enak daripada menonton tv.
Berikut saya kasi daftar kelebihan mendengarkan radio:

pertama : mata ga sakit…tidak mengkonsumsi cahaya yang terpancar dari tv.

kedua: hemat istrik. cukup charge batere hp saja.
biar aman indera pendengaran dengarkan lewat loudspeaker dengan volume dan jarak yang pas.

ketiga : ga banyak iklan…

keempat: bisa dijadikan ajang latih vokal (yang ini sih optinal ya :))

dan keuntungan-keuntungan lainnyalah…

pokoknya i love listening the radio…

Nah, kembali ke radio.
Radio fav saya di bandung ga banyak: radio pemerintah, dan radio-radio yang banyak lagu oldiesnya 🙂
Tadi malam (11/12/2008) pilihan saya jatuh ke radio F*m*l* karena lagu-lagunya saya bisa nyanyikan terus…
(jadilah kamar saya tempat karaoke dadakan)
Di program, u’ve got the friend..lagu-lagunya asik.
tapi jangan tanya saya siapa penyanyinya dan judulnya apa saja..karena saya ga hapal sodara-sodara..:D

Eh rupanya di sela-sela lagu..si penyiarnya menerima telepon dari mbak-mbak, sekitar 25 thn keatas.
(saya taksir alias saya timbang atau saya ukur)
Temanya tentang kenangan lama patah hati. hiks..hiks..hiks…:((

Singkat kata singkat cerita si mbak tadi, sebut saja “Bukan Bunga” selama 3 tahun masih menyisakan bayangan ama mantannyawalaupun sudah ga mungkin lagi dia miliki.
Alah mak…Bukan Bunga ditinggal nikah/kawin oleh kekasihnya.
Sampai 3 tahun itu (kekasih Bukan Bunga married th2005), si mbak ga bisa melupakan kenangan-kenangan manis.
ckckck…

Pas si penyiarnya nanya : Apa pengalaman yang paing berkesan bersamanya, unforgetable memory?
Bukan Bunga (BB) : ehm..apa ya? banyak sekali..semuanya sulit dilupakan

Penyiar (P): apa mbak masih menghubungi dirinya, sekedar say hai atau apa kamu masih terbesit pengen tahu ttg dirinya via orang ketiga?
BB: Kalo menghubungi langsung ga pernah. Kalo kemauan ya ada. Pengen tau gimana aktivitasnya, sudah punya momongan apa belum. Tapi saya ga pengen terlalu jauh. Saya ga mau mengusik rumah tangganya.

wah…saya diam-diam salut juga atas perjuangan si mbak BB

and in the end of the conversation, penyiar nanya lagi
P: Andai..andai kamu dapat kesempatan untuk bertemu dengannya, hal apa yang ingin kamu sampaikan?

(Berandai-andai…membuka angan-angan semu, kadang-kadang ga banget ya?)

BB: Saya cuma pengen dia tahu bahwa saya harus berjuang keras untuk melupakan dia dan itu sangat sulit.

Waduh…cinta anak manusia…cinta yang membawa suka, kadang bawa lara juga.
Beres dengarin curhatan nya Mbak Bukan Bunga, saya jadi berpikir juga…

L.O.V.E

Ya, saya jadi ambil hikmah saja sebagai sesama perempuan bahwa keputusan mbak BB untuk menjaga jarak dengan mantannya adalah tepat sekali.
Menghubungi mantan, yang notabene dah jadi suami perempuan lain, itu hanya akan memantik api menjadi kebakaran ya?
Ya, terus saya jadi belajar bahwa memang tidak boleh memposisikan cinta makhluk di atas cinta Sang Khalik.
ntar, bisa berabe sendiri.

Jangan khawatir mbak, even i don’t know u..tapi saya mendoakan mbak untuk mendapatkan cinta yang sejati dan yang menentramkan.
Ga lain dan ga bukan setelah mengikuti rambu-rambu yang telah diatur oleh yang Maha Pencipta.

“perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula.
sedangkan perempuan-prempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula”

(Q.S An-Nur (24):26)

Yakin deh ama Allah swt…
Termasuk keyakinan saya bahwa saya juga insya allah akan menemukan my own prince..hehe..:”>

Read Full Post »