Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pelayanan publik’

Setelah belum berhasil mengurus KTP, maka the next target adalah perpanjang SIM. Dari usia 17 tahun, saya sudah mengantongi SIM A dan C, walaupun sudah  menjadi driver dan rider sejak usia SMP hehe…

Nah, kata bang saya, Reza, untuk memperpanjang SIM Band Aceh cukup datang ke Simpang BPKP. Buat yang belum tahu, ancer-ancernya adalah simpang dekat Hotel Hermes Palace, arah menuju Ulee Kareng. Masih belum tahu juga? Tanya orang ya… 🙂

Ternyata saya tiba di sana pada jam aman. Alias jam 11.30 dimana masih terhitung jam kerja. Di sana, mobil SIM keliling Polresta Banda Aceh itu sudah nangkring dengan beberapa orang yang sedang menunggu antrian. Tanpa berpanjang-panjang, saya mengangsurkan 2 SIM saya ke loket dan diterima oleh petugas polisi.

Mobil SIM Keliling Banda Aceh

Saya yang pergi dengan teman, Musdya, tidak kebagian kursi. Baiklah, karena kami masih muda, kami masih kuat berdiri.

“Kak, sudah menunggu berapa lama? Tanya saya kepada seorang perempuan yang duduk di sana.

“Sudah 15 menit”, jawabnya. Ok, masih tahap wajar, pikirku.

Cuaca cukup terang, namun tidak begitu terik. Sebagai informasi, mobil SIM keliling ini hanya melayani perpanjangan SIM bagi yang berKTP Banda Aceh dan SIM Aceh. Bukan pembuatan SIM perdana… Tak lama berselang nama saya dipanggil bersama 5 nama lainnya. Maka kamipun masuk ke mobil.

Ternyata di dalam mobil itu, hanya ada 2 orang petugas.1 petugas perempuan yang duduk depan computer, dan 1 petugas laki-laki yang bertugas di bagian pendaftaran dan berkas-berkas. Prosesnya sangat simple. Pertama, petugas akan mengetik data-data pemegang SIM dan membacakan ulang untuk konfirmasi, apakah ada perubahan. Lalu scan sidik jari, jempol kiri di alat pemindai. Selanjutnya adalah foto dan tanda tangan. Proses dalam 1 menit, data berpindah ke kartu dan tarraa..kartu dicetak dan uangpun berpindah tangan. Sangat praktis dan efektif.

Tapi…uang perpanjangan SIM adalah  Rp.150 ribu untuk SIM C dan Rp170 ribu untuk SIM A. Silahkan total sendiri berapa rupiah yang saya keluarkan hari itu. Mahal ya? Ternyata jika pembuatan awal SIM harganya jauh lebih mahal. Rp 250 ribu untuk SIM C dan Rp.320 ribu untuk SIM A dan harus dibuat di kantor polisi. Apakah tarif ini sama di kota lain?

Terlepas dari harganya, fasilitas SIM mobil keliling ini sangat membantu masyarakat. Terima kasih…

Banda Aceh, 31 Januari 2011

Read Full Post »

Kali ini misi pembuatan KTP harus berhasil!

First step, ke kantor kepala desa Lampulo. Berdasarkan penjelasan pegawai, saya harus bawa fotokopi kartu keluarga dan pengantar dari kepala dusun. Wah, tambah lagi ni tugas saya.. 😦

Singkat kata..saya urus lagi surat ke kepala dusun, baru kembali ke kantor desa. Kalau dipikir-pikir walaupun rada repot, tapi mungkin ini salah satu langkah tertib administrasi kali ya…

Sedikit profil tentang desa Lampulo. Desa dimana saya tinggal ini berada dekat pelabuhan bongkar muat ikan dan termasuk daerah tujuan wisata juga karena ada situs boat atas rumah (kejadian tsunami 2004). Desa Lampulo juga pernah menjadi juara desa terbaik di Kota Banda Aceh.

Proses administrasi di kantor desa selesai, maka saatnya bergegas ke balai kota lagi. Saya harus berpacu dengan waktu sebelum waktu istirahat kerja. waktu sudah pukul 11, Banda Aceh sedang panas-panasnya.

Setiba di sana, saya dapat nomor antrian. Tak berapa lama, saya sudah dipanggil untuk ke loket KTP. Tanya jawab sebentar, langsung saya dijepret. Eh, boleh juga ni.. 🙂

Kamera di PC

Dan satu yang saya suka, perpanjangan KTP cukup menunggu 1 jam setelah form KTP difoto dan gratis. Benar-benar sangat membantu!

Kantor Pelayanan Satu Pintu Banda Aceh

Mudah-mudahan kinerja di kantor ini semakin bagus kualitas pelayanannya. Kan sesuai moto yang dipasang “melayani dengan senyum, mudah, cepat dan pasti”.

Good Public Service!

Read Full Post »

Selalu ada rasa excited untuk mengurus KTP. Nggak lazim ya :-). Sadar bahwa saya ingin menjadi warga Negara Indonesia yang baik, maka saya mengurus KTP saya yang akan kaduluarsa 3 hari lagi (4 Feb). Begitu pula sim A dan C. Layaknya perpanjangan, tentu tidak serumit saat pembuatan awal. Maka jam 9.10 WIB meluncurlah saya ke kantor Dinas Kependuduan dan tenaga kerja, tempat dimana membuat KTP 5 tahun yang lalu yang cuma berjarak 800 m dari rumah.

Setiba di sana, ada pengumuman bahwa tertanggal 1 Jan 2011, pelayanan administarasi publik pindah ke Balai Kota. Ok baiklah, maka bergegaspun saya kesana. Olala, kantor Balai kotanya cukup mentereng sekarang. Kantor yang terletak dekat dengan Taman Sari dan Mesjid Raya Baiturrahman ini sudah mengalami perluasan di sana-sini. Termasuk satu ruang yang dinamakan pusat pelayanan satu pintu. Dan masuklah saya ke sana…

Balai Kota Banda Aceh

Eng ing eng…ramai sekali orang..Sesaat saya celingak-celinguk dulu. Bingung harus ke loket mana karena kantor ini sudah mengadopsi system antri seperti bank, yang ada nomor antrian. Nah, ada satu meja di dekat pintu masuk yang penuh dikerubungi orang. Apakah ada bagi-bagi sembako? Hehe, tentu saja bukan! Rupanya disitu meja untuk mendapatkan nomor antri dan pemerikasaan awal untuk pembuatan Kartu Keluarga dan KTP. Saya pun harus sedikit berdesak-desakan untuk bisa bertanya kepada petugasnya. Ah, budaya antrinya masih parah…

Ternyata, tahulah saya bahwa untuk memperpanjang KTP harus membawa fotokopi kartu keluarga Nasional (versi baru) dan blangko dari Kepala Desa. Fuihh..syarat yang terakhir saya belum punya. Artinya, proses pembuatan KTP saya baru akan berlanjut esok. Ada sejumlah proses administrasi yang harus saya tempuh. Hiks…

Banner Keterangan Surat Administrasi

Sebelum melangkah pulang, barulah saya melihat di ruangan itu bahwa ada semacam banner tentang prosedur pembuatan dokumen.

Kayanya ni banner lebih bagus dipajang di luar deh..Supaya yang mau mengurus dokumen sudah melengkapi syarat dari awal, tanpa harus bertanya berulang-ulang kepada petugas di meja depan tadi.

Ya sudah, sekarang saatnya mengurus perpanjangan SIM A dan C. Semoga prosesnya lebih simple…

Read Full Post »