Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sseayp’

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Aceh akan mengadakan seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara 2011 dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora RI).

Kuota:

– Australia (AIYEP) : 1 org putra usia 21-25 tahun

– Kanada (CIYEP) : 1 org putri 18-23 tahun

– Malaysia (IMYEP) : 1 org putra 23-30 tahun

– Kapal pemuda ASEAN-Jepan (SSEAYP) : 1 org putra 20-30 tahun

Pendaftaran langsung ke kantor Dispora Aceh s.d 25 Maret 2011

Mengikuti seleksi tanggal 26-27 Maret 2011

di Gedung Pemuda Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Aceh

Jl. Gurame No.18, Lampriet (belakang Taman Ratu Safiatuddin)

Banda Aceh

Telp.(0561)7555150 Fax.(0561)7555088

Syarat adm utama:

– fotokopi KTP (Aceh/putra daerah),

– pasfoto ukuran 2×3 2 lembar dan 4×6 2 lembar,

– mengisi biodata pada panitia/PCMI Aceh.

Syarat adm menyusul:

– akte kelahiran

– izin tertulis orang tua bermaterai 6000

– SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

– TOEFL score 432 atau IELTS 3,5 atau TOEIC score 400 atau TOEFL IBT 40 atau TOEFL CBT 120

– karya tulis dengan tema kepemudaan minimal 1000 kata.

“Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu,

sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda.”

[Ahmad Fuadi, alumni Indonesia – Canada Youth Exchange Program

dalam novel Ranah 3 Warna]

*info terkait silahkan hubungi Sdri. Ira Bauty

Febi Mutia

Indonesian Parcipating Youth 2010

SSEAYP 2010

Read Full Post »

Program Kapal Pemuda Asia Tenggara atau yang lebih dikenal sebagai Ship for South-East Asia Youth Program (SSEAYP) merupakan program pertukaran pemuda yang pertama kali dirintis oleh negara-negara anggota ASEAN dengan Jepang di tahun 1974. Seiring berkembangnya keanggotaan ASEAN, maka di tahun 1997 keseluruhan negara anggota ASEAN telah bergabung di program ini. Program ini dikelola oleh negara-negara peserta program dan Jepang sebagai sponsor utama.

Di Indonesia, program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga. Secara umum, program ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (network) dan pemahaman antarbudaya yang saling menguntungkan (mutual understanding) di antara pemuda Asia Tenggara dan Jepang. Di samping itu, SSEAYP itu sendiri juga dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi pemuda serta memajukan kerjasama internasional melalui pelaksanaan berbagai kegiatan selama program.

Secara umum, kegiatan SSEAYP dibagi menjadi kegiatan di atas kapal (kegiatan selama kapal berlayar, dikenal dengan sebutan “On Board Activities”. Tahun 1974-2008 kapal yang digunakan adalah M.S. Nippon Maru, sejak tahun 2009 menggunakan kapal M.S. Fuji Maru) dan kegiatan di darat (saat kapal berlabuh, dikenal dengan sebutan “Country Program”. Negara tujuan kapal berlabuh berubah setiap tahunnya. Biasanya terdiri dari Jepang dan 5 negara ASEAN).

Kegiatan diatas kapal antara lain:
• Diskusi:
peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai tema diskusi yang paling diminiati. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menambah pengetahuan dengan saling berbagi informasi bersama peserta dari negara-negara lain

• Solidarity Group Activities:
Selama SSEAYP peserta akan dikelompokkan dalam sebuah tim (disebut Solidarity Group, atau lebih dikenal sebagai SG) yang beranggotakan peserta program dari negara-negara yang berbeda. Mereka akan melaksanakan serangkaian kegiatan selama program berlangsung. Melalui kegiatan kelompok semacam ini peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan antarbudaya dan jalinan persahabatan yang lebih erat dengan pemuda dari negara lain

• Club Activities:
Dalam kegiatan ini, perwakilan dari masing-masing negara peserta diberikan kesempatan untuk dapat saling berbagi pengetahuan kebudayaan (cultural knowledge) mereka dengan mengajarkan dan mempertunjukkan kepada peserta dari negara-negara lain. Kegiatan ini akan menambah wawasan para peserta akan seni dan budaya negara lain.

Kegiatan ketika kapal berlabuh antara lain:
• Welcome Ceremony:
Upacara penyambutan resmi saat kapal berlabuh di negara tujuan. Penyambutan dilakukan oleh pemerintah dan panitia lokal.

• Courtesy Calls:
Merupakan kunjungan resmi ke berbagai institusi pemerintah. Umumnya peserta program ini akan berkunjung dan disambut secara resmi oleh kepala negara yang bersangkutan.

• Institutional Visits:
Dalam kegiatan ini peserta program akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing kelompok akan berkunjung ke berbagai institusi pemerintah maupun swasta serta beberapa tempat menarik lainnya (misalnya: studio televisi atau institusi media, universitas setempat serta sejumlah obyek wisata).

• Interaction with Local Youth:
Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dengan pemuda setempat di negara yang disinggahi dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain forum diskusi serta berbagai keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan setempat lainnya.

• Homestay:
Dalam kegiatan ini peserta akan tinggal bersama keluarga lokal di negara yang disinggahi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada peserta program untuk dapat merasakan kehidupan sebagaimana layaknya masyarakat setempat. Peserta akan diposisikan sebagai anggota keluarga di mana mereka akan ikut serta melaksanakan ritual harian sekaligus menjalankan berbagai kebiasaan setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta mampu mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial lintas budaya yang lebih kuat sekaligus menanamkan nilai-nilai persahabatan dan perdamaian.

• Farewell dan Send-Off Ceremony:
Sebagai penutup kegiatan Country Program, peserta akan dilepas dalam sebuah upacara perpisahan sekaligus pelepasan untuk kembali berlanjut berlayar.

SSEAYP berlangsung bulan Oktober-Desember.

Kuota SSEAYP 2011 untuk provinsi Aceh : 1 putra (baca postingan Part 1)

Read Full Post »

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) Republik Indonesia pada tahun 2011 akan melaksanakan program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Kuota untuk Provinsi Aceh antara lain:

1. Program Kapal Pemuda ASEAN-Jepang/ the Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP) : 1 orang putra

2. Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK)/ Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) : 1 orang putri

3. Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM)/ Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) : 1 orang putra

4. Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA)/ Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) : 1 orang putra

Persyaratan Administrasi:

SSEAYP

WNI laki-laki, penduduk Aceh (dengan menyerahkan fotocopy KTP )

Usia per 1 Maret 20-30 tahun

Belum menikah

Pendidikan minimal lulus SMA/ SMK/ MA.

Belum pernah mengikuti program PPAN yang diselenggarakan oleh Kemenegpora

Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan

Menyerahkan pas foto berwarna 2×3  dan 4×6 masing-masing sebanyak 6 lembar

ICYEP

WNI perempuan, penduduk Aceh (dengan menyerahkan fotocopy KTP )

Usia per 1 Maret 18-23 tahun

Belum menikah, dibuktikan dengan surat pernyataan diketahui orang tua.

Pendidikan minimal lulus SMA/ SMK/ MA.

Belum pernah mengikuti program PPAN yang diselenggarakan oleh Kemenegpora

Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan

Menyerahkan pas foto berwarna 2×3  dan 4×6 masing-masing sebanyak 6 lembar.

IMYEP

WNI laki-laki, penduduk Aceh (dengan menyerahkan fotocopy KTP )

Usia per 1 Maret 23-27 tahun

Belum menikah

Pendidikan minimal lulus SMA/ SMK/ MA. Belum pernah mengikuti program PPAN yang diselenggarakan oleh Kemenegpora

Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan

Menyerahkan pas foto berwarna 2×3  dan 4×6 masing-masing sebanyak 6 lembar.

AIYEP

WNI laki-laki, penduduk Aceh (dengan menyerahkan fotocopy KTP )

Usia per 1 Maret 21-25 tahun

Belum menikah, dibuktikan dengan surat pernyataan diketahui orang tua.

Pendidikan minimal lulus SMA/ SMK/ MA. Belum pernah mengikuti program PPAN yang diselenggarakan oleh Kemenegpora

Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan

Menyerahkan pas foto berwarna 2×3  dan 4×6 masing-masing sebanyak 6 lembar.

Kemampuan yang harus dimiliki:

Memiliki kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dengan ketentuan minimal skor TOEFL 432/ CBT 120/ IBT 40/ IELTS 3.5/ TOEIC 400 (bukti dibawa waktu pendaftaran).

Menguasai salah satu jenis keterampilan bidang seni dan budaya Indonesia.

Memiliki pengetahuan umum yang cukup.

Memiliki keterampilan komputer, internet, website, dan memiliki alamat email.

Memiliki kepribadian yang kuat dan berjiwa nasionalisme Indonesia.

Pendaftaran kapan dan dimana?

Jadwal Seleksi?

Tunggu pengumuman resminya ya…

*silahkan bertanya

 

Febi Mutia

Indonesian Participating Youth 2010

SSEAYP

Read Full Post »

Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, 25 Oktober 2010 pk.17.00 WIB…

Detik-detik keberangkatan semakin dekat saja…

“Feb, gimana perasaanmu? Tanya Kak Ivan.

Saya cuma tersenyum. “Biasa saja, Kak.

Entahlah, saya merasa biasa saja. Tidak cemas, tidak pula terlalu excited (teringat akan assignment DG yang belum disubmit 😦 ). Kekhawatiran akan bagaimana keadaan ke depan pasti ada… tapi, I have to make up my mind. Dalam hitungan jam, saya sudah akan di negara lain lho! Bukankah hari ini adalah sangat bersejarah? Hari yang menjadi jawaban perjuangan panjang saya dan teman-teman selama 6 bulan terakhir? Ayo Bee, cheer up!

Usai shalat magrib dan makan malam, IPY 2010 mulai berbaris dan mobilisasi barang-barang. Selanjutnya barang di bagasi diurus oleh Kak Ve dan beberapa alumni SII ditemani oleh Caca selaku tour leader contingent. Alhamdulillah, barang aman dan boarding pass Japan Airlines dibagikan. Saya kebagian di seat 52A.

Pak Jimmo dari kemenpora dan Mas Rino mewakili SII memberikan kata-kata sambutan, menyemangati kami, mendoakan agar tiba dengan selamat di Tokyo dan menjalankan misi SSEAYP dengan optimal. Saat berdoa, perasaanku campur aduk. Ini mengingatkanku dulu saat rombongan mahasiswa Aceh kemitraan berangkat menuntut ilmu ke ITB 6 tahun yang lalu.

Wejengan dari Presiden SII

Kami mulai mengantri untuk cek imigrasi. Secara fisik, pasti rombongan IPY sangat mencolok di bandara. Jas warna gelap, sepatu pantofel, embelem garuda di dada, pin MPG, papan nama dan peci bersanding pin garuda yang mengkilap. Berseragam A1, gagah sekali. Bahkan petugas imigrasi yang mengecekpun bertanya, rombongan apa ini, hendak kemana, acara apa dan lain-lain. Tentu saja, saya menjawab dengan sejelas, seringkas dan sebaik mungkin. Duta bangsa, ga boleh malu-maluin kan 🙂

Antri di loket pemeriksaan paspor

Semua IPY 2010 sudah menjalani pemeriksaan. Satu tahap lancar. Saatnya melangkah ke ruang tunggu…

Barisan disiapkan oleh Chandra. Dan aba-aba terdengar lantang…

“IPY 2010, maju jalan!

IN-DO-NE-SIA JAYA! Suara yang membahana, langkah kaki menghentak dan sejak itu the SSEAYP story of  IPY 2010 goes…

Bismillahi tawaqqaltu ‘alallah

Bismillahi majraha wa mursaha…

Tanah air yang tidak kulupakan

Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh

Tidakkan hilang dari kalbu

Tanahku tak kulupakan

Engkau ku banggakan

Sayup-sayup…lagu Tanah Air terdengar yang dinyanyikan oleh alumni SII. Disambung dengan cheers korewa omigoto…

Indonesia, kami pergi untuk kembali!

Read Full Post »

Selama training SII, saya dan 6 orang calon IPY 2010 ditanya oleh para alumni.

“Sebelum PDT, apa kalian berencana kumpul di Jakarta? Sudah punya tempat tinggalnya?

Sesaat kami tercenung. Bayangkan, waktu PDT hanya 2 minggu. Sangat dibutuhkan tempat yang dapat menampung 28 orang secara bersama minimal seminggu sebelum PDT untuk masa perkenalan, persiapan dan pemenuhan kelengkapan individu dan kontingen. Apalagi saat itu CIPY 2010 berencana berkumpul H-10 PDT. Jelas ini tidak mudah, saudara-saudara…

Cari-mencari berbagai peluang kira-kira di rumah siapa ya yang bisa ditempati. Saat itu rumah CIPY asal Jakarta kayanya kurang representative untuk itu. Kalau sekedar tempat tinggal mungkin bisa, tapi kami juga butuh space yang cukup untuk latihan tari, penyimpanan barang (dimana per orang membawa minimal 2 koper besar dan barang-barang gift dan property untuk exhibition dan cultural performance). Kalau berkaca dari pengalaman angakatan 2009, mereka tinggal di rumah Intan (salah satu IPY 2009).Tapi kini, 2010..dimana?

Di awal Agustus 2010,

“Teh, Ika ada kenalan. Namanya Abah. Beliau ada rumah di Ciputat. Kayanya cukup buat menampung kita selama 10 hari. Di rumah beliau juga biasa dijadikan tempat buat anak-anak mahasiswa yang punya acara”, ungkap Ika, IPY asal Banten.

“Ya boleh banget tu Ka. Hayyu dijajaki dulu rumahnya. Dan apakah beliau mengizinkan untuk kita pakai dari 1-10 Oktober, jawabku penuh harap.

Dalam hati, saya sungguh berharap Abah memberi kabar baik untuk kami semua, calon duta bangsa.

Singkat kata, Abah yang awalnya kami tidak kenal itu- mengizinkan rumahnya dipakai. Maka dengan serta merta, saya dan teman-teman melakukan banyak persiapan. Diwakili oleh Ika dan Dhini, surveypun dilakukan meliputi akomodasi putra dan putri, aksesibilitas dari tempat umum atau terminal, transportasi, fasilitas seperti catering, masjid, warnet, laundry, fotokopi. Dan hasilnya well recommended.

Pertama, tempatnya di Ciputat dekat kampus UIN Syarif Hidayatullah alias dekat terminal Lebak Bulus. Berarti jika ada calon IPY yang datang dari daerah (bandara Soekarno Hatta) bisa diarahkan naik damri.

Kedua, rumahnya luas dan menyerupai pavilion. Ada rumah induk Abah, aula yang bisa kami gunakan untuk assemble point dan ruang latihan, 2 ruang besar terpisah yang bisa jadi kamar bagi putra dan putri, 3 kamar mandi dan tak ketinggalan halaman yang luas yang bisa digunakan untuk berlatih baris-berbaris dan kegiatan outdoor. Perfecto!

Ketiga, Abah mengizinkan.

Walhasil, saya dan rekan-rekan amazed ingin berkenalan dengan beliau. Siapa gerangan Abah yang dengan baik hati menyilahkan rumahnya untuk kami tempati?

Abah. Agaknya saya tidak asing dengan nama tersebut. Nama beliau Raharjo Ramelan. Saya belum pernah kenal, hanya akrab dengan profil dan cerita-cerita tentangnya. Di komunitas Siaware / ITB, teman-teman saya sering menyebut-nyebut Abah. Salah satunya saat ada pengajian Siaware di rumah beliau yang di Bandung. Saat itu, selalu saja ada halangan sehingga saya belum berkesempatan berjumpa langsung dengan sosok pengusaha dan dosen itu.

Hingga saat itu tiba juga…

“Feb, nanti datang ya ke tempat Abah. Ada sedikit syukuran, bareng anak-anak SUJ, kata Ajeng.

“Baiklah, sist, jawab ku.

Kebetulan Ajeng, sahabat baikku ini juga akan berangkat ke Sendai, Jepang dalam rangka S2nya dan ada acara makan-makan bersama yang diprakasai oleh teman-teman dekat.

Ternyata eh ternyata, itu adalah Abah yang sama. Abah Raharjo Ramelan yang rumahnya akan kami tumpangi di bulan Oktober. Alhamdulillah, saya bisa kenal lebih dahulu sebelum menggunakan fasilitasnya. Dan langsung saja, kami mengobrol akrab. Terlebih Abah pernah menjadi relawan di Pagar Air, Aceh Besar.

Rasanya 10 hari di rumah Abah terasa singkat. Banyak cerita seru dan penuh kekeluargaan di sana. Mulai dari piket masak, cupir (cuci piring), latihan kesenian, latihan baris-berbaris, gila-gilaan dengan silent applause di SG activity, diskusi alot tentang bahasa isyarat mana yang paling benar, cheers menyambut IPY yang baru hadir,  bergadang, buat tugas, bolak-balik nyari logistic yang kurang, lari karena dikejar chiripa, sound system yang selalu ngadat di aula, antri kamar mandi, berbagi tempat tidur hingga mabok packing barang…It’s been like yesterday! Really memorable…

Usai Talent Performance

Sarapan bersama, ala kadarnya

Latihan Tari Ulo..1,2,3..

Abah, terima kasih. We Love u full!

Read Full Post »

Layaknya tentara yang gerilya, maka taktik hit and run perlu diterapkan. Punya markas perjuangan harus lebih dari 1 dan itulah yang CIPY 2010 terapkan. Kali ini yang mendapat jekpot sebagai markas adalah kediaman Era Nurissama di Kalimalang.

Kalau bermarkas di Cipinang maka saya menggunakan KA karena dekat dengan Stasiun KA Jatinegara. Sedangkan bila ke Kalimalang, pilihannya adalah travel Baraya pool Jatibening. Naik 1 kali angkot lalu jalan sekitar 300m ke dalam komplek.

Di rumah Era, sama seperti di rumah Trisya, CIPY 2010 (tujuh personel) menggunakannya sebagai tempat latihan. Luar biasa, pernah di suatu sore saat rehat latihan, kami mendengar suara tabuh-tabuhan beduk. Wajar saja, saat itu adalah Bulan Ramadhan dan rumah Era terletak persis di depan mesjid Baitussalam yang notabene sering dipakai sebagai lokasi syuting (ex: sinetron Lorong Waktu) dan acara live religi. Salah satunya apa yang kami saksikan sore itu, yaitu siaran live TVOne. Sontak saja, latihan bubar seketika dan kami menjadi penonton gratis acara di mesjid dengan harapan mana tahu ke-shoot camera :-).

cute zidee

Tingkahnya Trisya

Berlatih diselingi canda tawa, ngobrol itulah yang membuat latihan kadang sampai larut malam. Apalagi ditambah sambil online, ngemil, sms-an..hehe. maka tak jarang, perutpun keroncongan lagi. Dan kembali, Era, sang tuan rumah menyilahkan kita untuk noodle party at midnight.

Proses racik-meracik bumbu di dapur

tak lama berselang…

Miepun siap santap

cuma butuh 5 menit saja untuk melahapnya…

tinggal piring kosong

Karena bulan Ramadhan, maka latihan efektif adalah saat malam. Bagaimana tidak lapar, jika 1-2 jam diisi dengan latihan tari ratoh duek (pada pegel kaki ya…) dan loncat-loncat ala doo be doo…

Practise make perfect

Bahkan markas 2 Kalimalang masih berlanjut sampai IPY 2010 kembali ke tanah air. Bermacam acara seperti surprise ultah untuk Uda Rahmat, nobar horor, karaoke hingga barbeque tahun baruan. Sungguh, Kalimalang yang penuh kenangan…

Era and Famz…terima kasih tiada berhingga untuk dukungan penuh kepada IPY. We love you!

Read Full Post »

Setelah menjalani serangkaian tes, pengumpulan kelengkapan administrasi dan bla bla lainnya, formasi calon Indonesia Participating Youth terbentuk. Itu menjadi penanda dimulainya masa-masa untuk konsolidasi. Chatting dan forum dunia maya hingga kopdar di dunia nyata. Tentu saja itu semua untuk satu tujuan…INDONESIA CONTINGENT.

Untuk CIPY yang berdomisili Jakarta, Banten, Jabar sejak akhir Juli 2010 sudah rutin berkumpul tiap minggu. Ini dalam rangka mengikuti training SSYEAP International Indonesia (SII), yaitu asosiasi alumni SSEAYP Indonesia. Febi, Chacha, Stoki, Ika, Dhini, Tria adalah tim ashabiqunal awwalunnya. Tak lama kemudian Trisya dan Era bergabung.

Konsolidasi 1 (250710)

Tugas-tugas selama training semakin berat dan membutuhkan persiapan yang lebih kompleks. Terlebih buat saya dan Chacha yang saban pekan mondar-mandir Bandung-Jakarta. Tak ayal, bila training dimulai hari Minggu maka sejak Jumat sore kita bertujuh sudah stand by di markas perjuangan 1, Cipinang di kediaman Trisyana Nur Ardiyanti alias Trisya.

Setiap Jumat sore CIPY sudah mulai datang dengan gembolan tas, properti kesenian dan exhibition, bahan-bahan diskusi. Tak jarang kami bertujuh tidur sampai 2 dini hari untuk menyiapkan presentasi dan latihan tari, lagu dan cheers (apalagi hapalan lagu Medley Timur dan Vietnam-Ho Chi Minh..hehe). Dan keesokan harinya, kami berdesak-desakan di APV Papanya Trisya menuju gedung Hijau Pondok Indah yang merupakan lokasi training.

Berikut beberapa potongan memorable di Markas Cipinang:

Dukungan Logistik dari Mamanya Trisya

Din, tolong pasangin dong!

bahan-bahan exhibition

ayo latihan lagi! semangat...

Ya Allah, mudahkanlah hamba dalam menghapal lagu ini

terkapar setelah latihan

Dengan seluruh cinta, terima kasih yang tak terhingga kepada Trisya dan keluarga atas dukungan moril dan materil kepada CIPY 2010 saat itu. Mudah-mudahan kami ga merepotkan ya…:-)

Read Full Post »

Mengenal SSEAYP lebih dekat

“Kak Febi, darimana saja? Sudah lama ga kelihatan?

“Eh Feb, gimana program melautnya? Cerita-cerita dong!

“Teh Febi, itu program apa? Kok asik banget, jalan-jalan mulu?

Teman, itu adalah segelintir komen  kalian ketika saya memang absen dari peredaran. Tak lain dan tak bukan, adalah program Ship for South East Asian Youth Programme atau leih dikenal dengan SSEAYP. Dalam 53 hari pelayaran dari 26 Okt-16 Des 2010, saya bersama 27 pemuda Indonesia  menghimpun cerita-cerita yang seru, mengharukan, persabahatan, cinta, semangat, nasionalisme dan impian untuk dunia yang lebih baik.

***

SSEAYP awalnya dimulai sejak tahun 1974 dan disponsori penuh oleh pemerintah Jepang. Ini bermula untuk mengcounter semangat anti Jepang yang melanda Indonesia (peristiwa Malari 1974). Namun sejalan beriringnya waktu, antipati tersebut pupus dan program yang sarat manfaat ini pun terus berlanjut karena tujuan utama SSEAYP sendiri adalah membangun persahabatan dan meningkatkan mutual understanding.

Pada masa awal SSEAYP, para pemuda Asia Tenggara yang berkesempatan menjadi parcipating youth (PY) dapat mengunjungi negara-negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Philipina) dan Jepang. Seiring dengan berkembangnya keanggotaan ASEAN, maka negara tujuanpun bertambah seperti Brunei Darussalam, Vietnam, dan 3 anggota ASEAN pecahan Indochina (Laos, Kamboja dan Mynmar).

Nah, apa saja yang dilakukan oleh pemuda-pemuda tersebut?

Banyak, antara lain kegiatan diskusi 8 topic hangat seperti environment (climate change), school education, Health education (HIV/AIDS) hingga youth development. Ada juga kegiatan Youth Leader Summit dan berinteraksi dengan pemuda lokal, exhibition, national presentation (malam kebudayaan), club activity, solidarity group activity, institutional visit, courtesy call, dan home stay di negara-negara tujuan. Seru banget kan? (saya janji akan menulis notenya satu persatu)

Bayangkan, dalam waktu 53 hari seorang PY berkesempatan naik kapal Fuji maru, mengarungi lautan luas bersama 300an teman dari 11 negara, beraktivitas bersama dan mengujungi negara-negara ASEAN dan gratis pula… Tentu saja banyak sekali hal baru yang dipelajari, dan untuk saya…to experience those is a bless from Allah.

 

Be part of SSEAYP Family!

***

“Ok Febi,..bagaimana caranya supaya bisa ikutan SSEAYP? Ini pertanyaan favorit yang diajukan teman-teman saya seusai saya berpromosi panjang lebar tentang SSEAYP.

Ok, syaratnya tidak muluk-muluk:

  1. Warga negara Indonesia
  2. Berusia 20-30 tahun
  3. Status belum menikah
  4. Mendaftar dan mengikuti rangkaian seleksi yang diadakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda di provinsi masing-masing

Tuh, gampang kan? Bocoran dari saya, untuk seleksi SSEAYP biasanya disesuaikan dengan daerah masing-masing. Namun, materinya biasanya seputar kemampuan leadership, pengetahuan umum, essay, diskusi, wawancara, penguasaan bahasa inggris, interview dan kesenian (tradisional akan lebih baik).

Untuk kalian yang tertarik pada program ini, silahkan persiapkan diri untuk menjadi Participating Youth yang akan mewakili kontingen Indonesia 2011…Biasanya program sosialisasi dan seleksi berlangsung Maret-Mei tiap tahunnya. Be prepared, friends!

INDONESIA JAYA!

20 Januari 2011

Read Full Post »