Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2011

SMS Siapa?

Pagi ini saya mendapat sms dar nomor hp yang tidak dikenal

Beliin mama pulsa AS 50rbh di nomor baru mama. Ini nomornya 0852133453xx. Cepat ya soalnya mama ada masalah penting, nih. Mama tunggu ya

Asli, saya pengen ngakak. Gimana gak, mama saya lagi anteng di dapur. Biasanya kalau ada sms beginian, saya abaikan. Tapi kali ini saya tergelitik untuk membalas.

“Pak/Ibu. Kalau butuh pulsa, ga usah pake cara tipu segala. Dosa. Lagian cara-cara kaya gini sudah kuno. Send. Dan benar, tak ada balasan lagi. Pengen sih ditelpon dan sekalian dikerjain. Hehe..tapi kayanya buang-buang waktu dan pulsa.

Anehnya, siang sebuah sms pun masuk.

Selamat! Anda mendapat Hadiah cek tunai Rp.25 jt, Kuku Bima ENER-G. U/info hub: 021-443821xx/0812183203xx. Pengirim: PT Sido Muncul

Weleh-weleh, hari ini saya dapat rejeki sms tak jelas dan saya sama sekali tak tertarik untuk meresponnya. Semoga tidak ada korban penipuan dari sms sejenis.

 

 

Read Full Post »

Progresif

Hidup perlu progresif. Termasuk perlu ada tantangan dalam menulis dan memperkaya isi blog. Terinspirasi dari blog Lafra, maka saya juga ingin menerapkannya. Tantangan tersebut adalah :

20 day writing challenge:
1. Write a short love story
2. Write a poem
3. Write a creepy story
4. What/who inspires you to write
5. Since when you have been writing; and what type of stories do your write; why?
6. Write a funny story
7. Write about your favorite book
8. Post writing you are proud of
9. What is your writing style most like?
10. Favorite type of literature
11. Write a short bio of yourself
12. Write a letter to anyone you want
13. Write a short fiction story
14. Write another poem
15. Write a short bio of any of your friend
16. Write another short story
17. Which types of books you usually read; why?
18. Write a short fairytale
19. Write free verse
20. Post a story of your own that you have writen at least a month ago

Boleh juga ni…Biar seru saya akan ajak beberapa kawan untuk jadi sparing partner 🙂

Read Full Post »

Ga Ada Lo Ga Rame!

Pasti dalam pertemanan, ada bermacam karakter yang kita jumpai. Salah satunya adalah tipe yang rame, bersahabat, cair, bisa menghangatkan suasana, komunikatif, supel, kocak abis, stok humor ok, punya banyak teman dan rasanya kalau si teman itu tidak hadir, suasana menjadi kurang ceria. Istilahnya, ga ada lo ga rame! Persis mercon, kehadirannya heboh, rame tapi ga annoying.

Nah, pernahkah kalian mempunyai pengalaman dengan orang-orang seperti itu? Atau kalian adalah tipikal orang tersebut? Saat menulis ini, saya sedang mengingat-ingat, siapakah gerangan orang-orang tersebut. Kalau saya sendiri, kayanya bukan termasuk kategori tersebut. Saya tetap bersahabat, rame tapi masih kalah gila dengan anak-anak yang bawaannya sudah sanguinis.

Tertawa Sehat

Beberapa catatan memori tentang kawan-kawan yang saya kategorikan sebagai “mercon” adalah Citra Gusti Lestari CG. Alumnus farmasi itb 2004 ini saya kenal sejak awal di kampus dan memang rame. Karena sifatnya yang komunikatif itu, dia biasanya ditempatkan sebagai juru tagih uang angkatan dan juru penerangan. Hehe.. 🙂

Selain itu juga ada Morin. Barudak Kopo ini memang sudah punya bawaan rame dari sononya. Lihat saja dari blognya yang segar, kata-kata “semangka”nya, hingga angka ajaibnya 314x. Saya yang pernah sedivisi di Gamais dan tak disangka kalau di divisi Syiar Multimedia ini banyak juga anggota yang tipe “mercon”. Ada-ada saja…

Kalau ingat kekonyolan bersama mereka, saya bisa senyum-senyuk simpul sendiri. Apalagi teringat saat di kepanitiaan SSDK 2009 yang didominasi oleh anak-anak “mercon”. Bisa dibayangkan bagaimana cenat-cenutnya si bos Iwan dalam mengatasi children fruitnya itu…

Kawan-kawan seperti itu penting lho…Ibarat sayur yang perlu sedikit garam supaya berasa enak. Apalagi di tengah-tengah ruwetnya aktivitas tim, pencapaian target organisasi dan dinamika di lapangan. Pastinya keunikan tiap orang memang akan selalu punya arti dalam hidup kita.

Kamu punya cerita tentang kawan-kawan yang tipe mercon?

Banda Aceh, 26 Feb 2011

 

Read Full Post »

Menikmati sore yang menyenangkan adalah pilihan semua orang. Setelah seharian berkutat dengan bermacam aktivitas maka bersantai, mengobrol ditemani kudapan ringan apalagi ditambah dengan suasana yang mendukung pasti tidak akan Anda sia-siakan. Salah satunya berada di suatu kafe di seputaran Teuku Umar Banda Aceh.

Canai Mamak

Warung Canai Mamak Kuala Lumpur. Di situlah saya menghabiskan sore hari itu. Warung yang mulai dipenuhi pengunjung sejak lepas ashar (pukul 17.00) ini memang didominasi oleh remaja dan anak muda. Satu-satu terlihat juga para PNS yang sekedar datang dan take away pesanan. Suasananya mendukung untuk bersantai. Bisa duduk di dalam ruko atau outdoor sambil menikmati pemandangan jalan raya.

Suasana indoor Canai Mamak

Dari namanya saja, orang sudah menduga-duga, apakah warung ini berasal dari Malaysia? Ternyata pemiliknya adalah seorang Aceh yang mengawali usaha ini di Malaysia lalu kemudian membuka usaha yang sama di Banda Aceh. Oh begitu rupanya…

Menu utama Canai Mamak jelaslah roti canai. Roti canainya bukan versi yang sudah jadi, tapi dibentuk dari adonan tepung dan “dilempar-lempar” atraksi chef di penggorengan. Barulah canai dibentuk dengan terlebih dahulu diisi dengan aneka rasa. Favorit saya adalah canai aneka rasa. Satu porsi dengan 5 potong canai berasa coklat, srikaya, dll. Ini paket hemat dibandrol Rp.5000. Sedangkan untuk yang special ada canai rasa durian. Hmmm…pasti lezat.

Canai Isi Srikaya

Interiornya cukup apik. Pengunjung juga bisa menyaksikan aktivitas chef di dapur meracik teh tarik, membuat canai dll karena ada kolom terbuka yang langsung menghadap ke pengunjung. Selain menu-menu yang lezat dan ramah di kantong, pengunjung tetap bisa online. Wajar saja, hampir semua café di Banda Aceh seperti wajib hukumnya untuk menyediakan layanan wifi sebagai salah satu daya tarik.

Hal yang khas dari warung ini adalah para pramusajinya. Mereka berseragam baju kurung layaknya gadis-gadis melayu. Corak kembang-kembang dengan warna mencolok adalah kostumnya. Mereka cukup terlatih dengan membawa nampan dan melayani para tamu terlebih saat peak hour.

Pramusaji berbaju kurung

Jadi, santai sore…sedap, hemat? Bolehlah dicoba Canai Mamak

Read Full Post »

Setelah belum berhasil mengurus KTP, maka the next target adalah perpanjang SIM. Dari usia 17 tahun, saya sudah mengantongi SIM A dan C, walaupun sudah  menjadi driver dan rider sejak usia SMP hehe…

Nah, kata bang saya, Reza, untuk memperpanjang SIM Band Aceh cukup datang ke Simpang BPKP. Buat yang belum tahu, ancer-ancernya adalah simpang dekat Hotel Hermes Palace, arah menuju Ulee Kareng. Masih belum tahu juga? Tanya orang ya… 🙂

Ternyata saya tiba di sana pada jam aman. Alias jam 11.30 dimana masih terhitung jam kerja. Di sana, mobil SIM keliling Polresta Banda Aceh itu sudah nangkring dengan beberapa orang yang sedang menunggu antrian. Tanpa berpanjang-panjang, saya mengangsurkan 2 SIM saya ke loket dan diterima oleh petugas polisi.

Mobil SIM Keliling Banda Aceh

Saya yang pergi dengan teman, Musdya, tidak kebagian kursi. Baiklah, karena kami masih muda, kami masih kuat berdiri.

“Kak, sudah menunggu berapa lama? Tanya saya kepada seorang perempuan yang duduk di sana.

“Sudah 15 menit”, jawabnya. Ok, masih tahap wajar, pikirku.

Cuaca cukup terang, namun tidak begitu terik. Sebagai informasi, mobil SIM keliling ini hanya melayani perpanjangan SIM bagi yang berKTP Banda Aceh dan SIM Aceh. Bukan pembuatan SIM perdana… Tak lama berselang nama saya dipanggil bersama 5 nama lainnya. Maka kamipun masuk ke mobil.

Ternyata di dalam mobil itu, hanya ada 2 orang petugas.1 petugas perempuan yang duduk depan computer, dan 1 petugas laki-laki yang bertugas di bagian pendaftaran dan berkas-berkas. Prosesnya sangat simple. Pertama, petugas akan mengetik data-data pemegang SIM dan membacakan ulang untuk konfirmasi, apakah ada perubahan. Lalu scan sidik jari, jempol kiri di alat pemindai. Selanjutnya adalah foto dan tanda tangan. Proses dalam 1 menit, data berpindah ke kartu dan tarraa..kartu dicetak dan uangpun berpindah tangan. Sangat praktis dan efektif.

Tapi…uang perpanjangan SIM adalah  Rp.150 ribu untuk SIM C dan Rp170 ribu untuk SIM A. Silahkan total sendiri berapa rupiah yang saya keluarkan hari itu. Mahal ya? Ternyata jika pembuatan awal SIM harganya jauh lebih mahal. Rp 250 ribu untuk SIM C dan Rp.320 ribu untuk SIM A dan harus dibuat di kantor polisi. Apakah tarif ini sama di kota lain?

Terlepas dari harganya, fasilitas SIM mobil keliling ini sangat membantu masyarakat. Terima kasih…

Banda Aceh, 31 Januari 2011

Read Full Post »

Kali ini misi pembuatan KTP harus berhasil!

First step, ke kantor kepala desa Lampulo. Berdasarkan penjelasan pegawai, saya harus bawa fotokopi kartu keluarga dan pengantar dari kepala dusun. Wah, tambah lagi ni tugas saya.. 😦

Singkat kata..saya urus lagi surat ke kepala dusun, baru kembali ke kantor desa. Kalau dipikir-pikir walaupun rada repot, tapi mungkin ini salah satu langkah tertib administrasi kali ya…

Sedikit profil tentang desa Lampulo. Desa dimana saya tinggal ini berada dekat pelabuhan bongkar muat ikan dan termasuk daerah tujuan wisata juga karena ada situs boat atas rumah (kejadian tsunami 2004). Desa Lampulo juga pernah menjadi juara desa terbaik di Kota Banda Aceh.

Proses administrasi di kantor desa selesai, maka saatnya bergegas ke balai kota lagi. Saya harus berpacu dengan waktu sebelum waktu istirahat kerja. waktu sudah pukul 11, Banda Aceh sedang panas-panasnya.

Setiba di sana, saya dapat nomor antrian. Tak berapa lama, saya sudah dipanggil untuk ke loket KTP. Tanya jawab sebentar, langsung saya dijepret. Eh, boleh juga ni.. 🙂

Kamera di PC

Dan satu yang saya suka, perpanjangan KTP cukup menunggu 1 jam setelah form KTP difoto dan gratis. Benar-benar sangat membantu!

Kantor Pelayanan Satu Pintu Banda Aceh

Mudah-mudahan kinerja di kantor ini semakin bagus kualitas pelayanannya. Kan sesuai moto yang dipasang “melayani dengan senyum, mudah, cepat dan pasti”.

Good Public Service!

Read Full Post »

Bingkisan Pilihan

Taraaaa…ada komen hadiah di blog. Ternyata, eh ternyata…

Because i got this award i should to:
1. Thank and link to the person who awarded me this award.
2. Share 8 things about myself.
3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered.
4. Contact those bloggers and tell them about their awards.

Mendapat kejutan dari Ajeng, boleh juga ni…Saya didaulat untuk memenuhi undangan tersebut. Terima kasih sekali untuk apresiasi itu. Dan Sahabat saya ini menembak saya untuk membuat 8 fakta tentang diri saya sendiri. Mungkin ini bisa menjadi bahan untuk semakin tahu, siapa Febi Mutia.

Fakta #1

Memanggil dirinya sendiri BEE. Nick name ini lahir saat kelas III SMP sebagai nama samaran untuk karangan cerpennya di mading sekolah. Diambil dari akar kata vbee (febi). Namun, lebih enak dipanggil bee dan karena itu pula ikon lebah lucu suka menjadi profil picturenya di facebook.

Fakta #2

Air minum 1,5 L adalah standar volume air yang harus dikonsumsinya. Tak heran, kebiasaan ini muncul sejak ia menyadari bahwa pola hidup sehat salah satunya dengan minum air yang cukup. Inspirasinya sejak ospek HMT lho..yang perlengkapan standarnya adalah 2 botol air 1,5 L. Maka botol aqua besarpun setiap hari setia di backpacknya. Selain itu, sejak 2 tahun yang lalu rutin konsumsi sayur dan buah minimal 3 warna per hari.

Fakta #3

Setia pakai sarung (kalau di rumah). Pokoknya adem aja kalau sarungan..kebiasaan ini muncul sejak di asrama mosa. sarung juga multi fungsi dan kesannya klasik kan? Hehe..Walaupun ada yang sempat protes karena febi yang suka sarungan terus, tapi pakai sarung lanjut terus!

Fakta #4

Suka kabur saat istirahat ke perpustakaan daerah Banda Aceh demi hunting buku bacaan yang bagus (yang jaraknya 4 km dari sekolah). Karena waktu itu, perpustakaan daerah (di bagian anak dan remaja) pasti sepi pengunjung dan buku di perpus sekolah koleksinya masih jadul. Untungnya, febi kecil selalu kembali ke kelas tepat waktu…

Fakta #5

Pernah terjangkit virus tergila-gila boyband Westlife saat kelas 1 SMP. Uang jajan habis buat beli majalah dan merchandise. Bahkan nangis bombay gara-gara harus ada kunjungan keluarga dan bentrok dengan tayangan Westlife di TPI. Untung sekarang udah insyaf..capek jadi “fans maniak”

Fakta #6

Pakai kacamata sejak kelas 6 MIN. Awalnya memang karena suka membaca dengan porsi yang berlebihan. Diperparah dengan cara/kebiasaan membaca sambil tiduran. Kacamata pertama langsung posisi -1 dan -0.75. Eh, ni bocah malah senang bisa pakai kacamata. Biar kelihatan tambah  pinter, elaknya.

Fakta #7

Tulisannya pertama kali dimuat di lembar suplemen anak “Korcil” Republika, yaitu puisi tentang tamagochi saat berada di kelas 6 MIN. Ia mendapat hadiah kaos..namun kekecilan :-). Namun sampai sekarang belum ada tulisan yang dimuat lagi, karena memang belum pernah ngepos tulisan lagi ke media cetak.

Fakta #8

Tidak menganggap dompet sebagai barang penting. Yang pentingkan isinya..:-D. Jadi tidak salah kalau dirinya suka tas, jaket dan rok yang punya banyak saku untuk menyimpan uang-uang recehnya.

Sesuai instruksi no 3 dan 4, maka saya akan lanjutkan 8 penerima award ini kepada : anti, mas wiwit, restya, yudha, sunni, wahyu, nabil, dan muhajir.

Happy Writing!

Read Full Post »

Older Posts »